6 Desember 2021

Terima Distribusi Masker Medis Gratis, Ini Pesan Pj Gubernur Kalsel

3 min read

Pj gubernur Kalsel (batik) menyerahkan secara simbolis bantuan masker dari GP Ansor dan Aice Indonesia kepada pengurus ponpes pada Senin (08/03)

BANJARBARU – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA,  mengapresiasi distribusi masker medis yang dilaksanakan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Aice Group di wilayah yang dipimpinnya. Safrizal menilai 150 ribu masker medis berkualitas yang dibagikan kepada masyarakat bawah,  dengan kerentanan penularan tinggi adalah langkah efektif mencegah perburukan.

Safrizal meyakini,  kombinasi dari kedisplinan warga menggunakan masker berkualitas, disiplin menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) yang baik, dan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) di Kalsel,   menjadi kunci efektivitas menekan penularan virus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pj Gubernur memberikan pernyataannya ini,  pada kesempatan peluncuran Distribusi 5 Juta Masker Medis untuk Indonesia Maju, di gedung Idham Khalid Banjarbaru, pada Senin siang (8/3).

“Membaiknya angka penularan virus COVID-19 di Kalimantan Selatan,  tidak boleh membuat kita lengah. Prokes dan 3T perlu kita segera tingkatkan. Dan masker medis berkualitas menjadi salah satu hal paling utamanya. Dan kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada GP Ansor, Aice Group dan KSP. Gerakan pentahelix yang melibatkan semua pihak ini akan mendorong perbaikan penanganan pandemi saat ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Selatan Teddy Suryana mengatakan, bahwa pandemi COVID-19 ini bukan lagi hanya menjadi bencana kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Organisasinya melihat,  bencana ini sebagai bencana kemanusiaan multi dimensi.

Baginya, tidak ada jalan lain bagi semua stakeholder dan elemen masyarakat untuk menggabungkan sumber daya dalam melawan penyebaran virus, dan dampaknya pada aktivitas sosial dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Sumber daya bukan hanya meliputi soal pendanaan yang selama ini sudah cukup banyak ditanggung Pemerintah Pusat dan Daerah. Tapi juga sumber daya tenaga dan dukungan kekompakan dalam menjalankan Prokes pencegahan pandemi.

“150 ribu masker medis yang kami bagikan ini adalah ijtihad kita melawan bencana. Kita perlu displin menggunakan masker berkualitas dalam aktvitas sosial sehari-hari kita. Ingat, masker ini akan mencegah kita dari bencana kesehatan COVID-19 sekaligus bencana ekonomi yang bisa timbul jika kita lalai Prokes. Kita harus bisa kompak melakukannya. Kita bisa memulainya dengan disiplin memakai masker medis berkualitas di lingkungan terkecil dan terdekat,” jelas Teddy.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana menjelaskan, bahwa misi kemanusiaan ini adalah strategi perusahaannya bersama GP Ansor dalam mempercepat aktivasi kerjasama seluruh elemen dalam mengentaskan pandemi di Indonesia.

Kegiatan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota ini adalah wadah dalam mengumpulkan energi anak bangsa dalam melawan virus berbahaya tersebut. Sylvana meyakini bahwa kerjasama adalah kunci kekuatan bangsa besar ini. Sejarah mencatatkan bahwa bangsa Indonesia mampu melewati dan pulih dari krisis besar dengan modal kerjasama.

Menurutnya, gerakan kolektif berupa aktivitas pentahelix berbagai pihak dibangun untuk mengajak semua anak bangsa yang peduli atas cobaan yang sedang Indonesia hadapi. Misi kemanusiaan yang dijalankan GP Ansor dan produsen es krim Aice ini, adalah aksi bersama Pemerintah Pusat melalui KSP dan Pemerintah Daerah yang berbasis komunitas.

Kegiatan 20 kota ini menitikberatkan kepada peran dari organisasi dan tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta, serta komunikasi yang efektif melalui media massa.  Kerja sama seluruh anak bangsa adalah kekuatan Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis.

“Kami bersama dengan banyak pemangku kepentingan di 20 kota yang kami berikan 5 juta masker ini akan selalu bergerak bersama. Kuantitas yang cukup dan edukasi soal disiplin penggunaan masker berkualitas, serta dukungan kearifan lokal dari para tokoh agama dan budaya di masyarakat menjadi kunci gerakan kita bersama ini,” kata Sylvana

Menurutnya, gerakan pentahelix membagikan masker berkualitas didasari niatan banyak pihak dalam menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus dalam berbagai aktivitas yang makin meningkat saat ini secara optimal. Droplet mengandung virus ini dapat muncul di dalam batuk, bersin dan cairan yang keluar saat melakukan percakapan di ruang tertutup atau jarak dekat.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa masker medis yang didistribusikan dalam kampanye telah berspesikasi sangat baik. Masker medis ini memiliki bahan berkualitas tinggi dan diproduksi sendiri dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (RILIS-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?