1 Desember 2021

Upaya Pemerintah Dalam Pemulihan Ekonomi Mendapat Dukungan Dari Pihak Swasta

2 min read

BANJARBARU – Pemulihan ekonomi terus diupayakan pemerintah di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda. Salah satu upayanya adalah dengan mengeluarkan aturan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nol persen untuk mobil baru. Dengan adanya kebijakan yang berlaku mulai awal Maret 2021 ini, maka beberapa tipe mobil sekarang harganya turun hingga puluhan juta rupiah.

Aturan tersebut tertuang dalam Kepmenperin No.169 Tahun 2021, tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung oleh Pemerintah pada Tahun Anggaran 2021.

Ada puluhan model kendaraan bermotor roda empat yang sudah bisa memanfaatkan insentif PPnBM hingga nol persen.

Salah satu Kepala Cabang dealer mobil di Banjarmasin, Hansye Eduard Pantow mengatakan, beberapa tipe mendapatkan potongan harga sesuai dengan jenis dan tipenya.

“Besaran angka nominalnya kami wujudkan dalam potongan harga di setiap model tersebut. Mengenai besaran tidak sama, mulai 25 jutaan sampai 60 juta,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan PPnBM nol persen sangat bagus diterapkan. Karena bisa  menambah semangat dan merangsang insan otomotif Kalsel.

“Sehingga bisa meningkatkan animo penjualan di masa -masa yang sulit saat ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Branch Manager salah satu dealer mobil di Banjarbaru, Guntur Agnus Dei Setio Budi, yang mengatakan sangat mendukung dengan kebijakan PPnBM nol persen. Sebab, kata mereka program ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi dan pasca banjir.

Branch Manager salah satu dealer mobil di Banjarbaru, Guntur Agnus Dei Setio Budi.

“Selain itu, adanya kebijakan ini gairah masyarakat muncul. Apalagi didukung ekonomi Kalsel yang mulai membaik,” ungkapnya.

Dia menuturkan, baru mulai diterapkan pada 1 Maret 2021, kebijakan PPnBM nol persen sudah membuat penjualan mereka naik signifikan.

 “Karena masyarakat memang mengharapkan ada diskon tambahan dari pemerintah. Bahkan, banyak yang sengaja menunggu momen ini untuk membeli mobil,” tuturnya.

Disampaikannya, baru tiga hari diterapkan, pada awal bulan ini mereka sudah memproses 30 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Padahal, pada Februari tadi selama satu bulan hanya ada 40 SPKT yang diproses.

Dia berharap, masyarakat dapat memanfaat momentum pemotongan pajak mobil baru. Sebab, kebijakan ini hanya berlaku sampai Mei 2021. Setelah itu, pajak yang ditanggung pemerintah cuma 50 persen.

“Itu pun hanya sampai November. Setelah itu, pajak yang ditanggung hanya 25 persen,” bebernya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, kendaraan yang bisa menikmati insentif pajak harus memenuhi kandungan komponen buatan lokal.

Pemenuhan jumlah penggunaan komponen berasal dari hasil produksi dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen.

“Harus memenuhi persyaratan pembelian lokal (local purchase) paling sedikit 70 persen,” tulis aturan tersebut, yang diundangkan, Jumat (26/2) lalu.

Total terdapat 115 jenis komponen yang bisa masuk dalam perhitungan kandungan lokal, sesuai bleid yang keluar.

Dalam regulasi itu juga dicantumkan langsung setidaknya ada 21 mobil yang bisa memanfaatkan insentif pajak. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?