6 Desember 2021

Pemprov Kalsel Anggarkan Bantuan Untuk Sektor Hortikultura Yang Terdampak Banjir

1 min read

Kadis TPH Kalsel, Syamsir Rahman

BANJARBARU – Upaya pemulihan pasca banjir yang menerjang sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan terus dilakukan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Selatan. Tak terkecuali untuk bidang tanaman pangan dan hortikultura.

Hortikultura yang menjadi perhatian serius adalah jenis tanaman jeruk yang mengalami kerugian cukup besar. Yang mana nantinya diusulkan akan dibantu pengganti bibit.

“Kami menganggarkan bibit jeruk per batang 15 ribu dengan alokasi sekitar 10 miliar rupiah. Alokasi sebanyak itu juga untuk selain jeruk, karena juga ada bibit lain yang jelas tanaman hortikultura,” ujar Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, Kamis (4/3).

Dilaporkan sedikitnya 4.662 hektar areal perkebunan jeruk di Kalsel yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir.

Rusak dan gagal panen jeruk ini menyebabkan produksi jeruk Siam Banjar anjlok. Bahkan dilaporkan dengan kerugian diperkirakan lebih 100 miliar rupiah.

“Selain tanaman pangan padi, banjir juga menyebabkan ribuan hektar areal tanaman hortikultura jeruk rusak. Terbanyak terjadi di Kabupaten Barito Kuala,” ujarnya.

Dinas Pertanian mencatat luas areal pertanian jeruk yang rusak akibat banjir seluas 4.662 hektar atau sekitar 30 persen dari luas pertanian jeruk di Kalsel seluas 12 ribu hektar.

Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Barito Kuala yaitu 3.185 hektar. Sentra jeruk Siam Banjar di Kalsel berada di Kabupaten Barito Kuala dan Banjar, dengan produksi pertahun sekitar 110.000 ton. Jeruk Siam Banjar ini sebagian besar dipatok untuk kebutuhan industri minuman hingga ke Pulau Jawa. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?