28 November 2021

Menuju Herd Immunity, Masyarakat Disarankan Tidak Termakan Isu Hoax Soal Vaksin COVID-19

2 min read

Salah seorang anggota Satpol PP Prov. Kalsel yang mendapatkan suntikan vaksin dari nakes yang berasal dari Dinkes Kalsel, BBTKLPP Banjarbaru dan Poltekkes Banjarmasin.

BANJARBARU – Pemerintah menyarankan agar masyarakat tidak mudah termakan isu hoax terkait vaksin COVID-19. Terlebih, hal ini juga merupakan upaya dukungan wajib dalam mencegah terjadinya penularan wabah virus Corona.

Sejumlah anggota Satpol PP yang telah berhasil menerima suntikan vaksin COVID-19.

Kasatpol PP Kalimantan Selatan Zakly Asswan mengatakan setelah mengikuti vaksin massal COVID-19 yang dilaksanakan dilingkup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ditingkat provinsi. Dirinya menyebutkan bahwa tidak merasakan efek dari hasil suntikan vaksin.

Kasatpol PP Kalsel, Zakly Asswan setelah mengikuti kegiatan vaksinasi massal dari Dinkes Kalsel, di depan kantor Setdaprov Kalsel, Kamis (4/3) siang.

“Sudah 10 menitan ini saya tidak merasakan gejala apa-apa. Alhamdulillah, aman sampai saat ini,” ujarnya usai mengikuti kegiatan vaksin yang digelar oleh Dinkes Kalsel dan BBTKLPP Banjarbaru, di Setdaprov Kalsel, Kamis (4/3) siang.

Demi pencegahan, Zakly Asswan menjelaskan masyarakat tidak perlu takut dan khawatir untuk di vaksin. Mengingat, pemerintah dan tenaga kesehatan (nakes) telah berupaya keras supaya penangkal wabah ini dapat ditemukan. Selain itu, upaya atau ikhtiar ini juga merupakan sikap dalam menanggulangi bencana non alam (COVID-19).

“Pemerintah itu kan sudah memikirkan matang-matang terkait program ini, pasti tidak mau ambil resiko juga. Makanya, jangan ada isu hoax lah yang membuat masyarakat takut untuk mendapatkan jatah vaksin,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Staff Bidang Pencegahan Penyakit tidak Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Rina. Menurutnya, untuk mendapatkan sumber yang terpercaya dan dapat menjadi referensi sebagai sarana media yang benar terkait vaksinasi COVID-19. Hendaknya, terlebih dahulu masyarakat harus lebih menelaah lagi dalam menerima informasi tersebut.

“Yang jelas, kami dari tenaga kesehatan (nakes) jangan sampai termakan hoax. Sementara ini kan, pemerintah sedang gencar-gencarnya melaksanakan program vaksinasi ini,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Rina mengemukakan dikarenakan stok vaksin juga terbatas. Maka dari itu, pihaknya harus melakukannya kegiatan ini secara bertahap.

“Sekali lagi saran kami, masyarakat jangan termakan isu hoax terkait vaksinasi ini,” harapnya.

Ditempat yang sama, Sub Koordinator Pengkajian Diseminasi Bidang Surveilans dan Epidemiologi BBTKLPP Banjarbaru, Nina Mulijasari menyampaikan dengan didukungannya program vaksinasi tersebut setidaknya populasi kekebalan tubuh atau herd imunnity kepada manusia mampu tercipta.

“Kami dari BBTKLPP Banjarbaru sangat mendukung sekali dengan program vaksinasi ini, bahkan, selain Dinkes Kalsel mungkin nanti akan coba kita melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin. Semoga pula, pandemi COVID-19 cepat segera berlalu,” paparnya.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama dengan Pemprov Kalsel akan tetap melaksanakan program tahap vaksinsasi massal khusus dari berbagai tingkatan itu dicanangkan hingga 2022 mendatang. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?