6 Desember 2021

Hingga Kini, Pemprov Kalsel Belum Terima Berkas Hasil Kajian Pemekaran Dua Kabupaten

2 min read

Kabag Pemerintahan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel, Maman Suherman

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan hingga kini belum menerima sama sekali berkas pengajuan dari tim panitia penuntut pemekaran di Kabupaten Banjar dan Kotabaru.

Kabag Pemerintahan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel, Maman Suherman menuturkan meski telah banyak mengetahui adanya pencanangan pemekaran daerah di wilayah Kabupaten Banjar dan Kotabaru melalui sejumlah pemberitaan dari berbagai media, akan tetapi dirinya mengungkapkan bahwa data dan berkas kajian belum mereka terima sampai saat ini.

“Untuk saat ini kami khusus Pemprov Kalsel belum sama sekali melihat berkas atau data yang telah kajian untuk pelaksanaan pemekaran, baik Gambut Raya atau pun Tanah Kambatang Lima,” ujar Maman, kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Ia justru menyebutkan apabila ingin melakukan suatu pemekaran, hendaknya terlebih dahulu harus melalui persetujuan dari masing-masing daerah tempat yang ingin dilaksanakan pemisahan kewilayahan.

“Idealnya harus ada lampu hijau dari Pemkab setempat dan telah mencapai kesepakatan baik Banjar atau pun Kotabaru, karena persetujuan pemekaran itu harus melewati daerah otonomi asalnya dulu,” ungkapnya.

Kendati berkas serta persyaratan belum sampai ke tangan pemerintah ditingkat provinsi, maman menyampaikan sangat mendukung apabila pemekaran di provinsi Kalimantan Selatan dirasa perlu untuk kemajuan daerah.

“Kalau kami di pemprov Kalsel, jelas sangat mengapresiasi dengan langkah ini. Untuk kemajuan daerah kenapa tidak, asal harus selesai dulu ditingkat kabupaten tadi,” tegasnya.

Sebelumnya, maman juga pernah mengungkapkan apabila tuntutan pemekaran berhasil disetujui oleh Kemendagri RI, secara tidak langsung, Dana Alokasi Umum (DAU) dikhususkan bagi daerah baru tersebut dipastikan bakal diterima.

“Moratorium memang sudah dicabut, makanya apabila telah mendapat pengesahan untuk dimekarkan. Otomatis, kalau sudah disetujui oleh pemerintah pusat di pastikan DAU juga tentu cair,” ucapnya.

Sementara itu, Panitia Penutut Pemekaran Kabupaten Gambut Raya, Gusti Abidinsyah mengatakan sejauh ini kajian yang mereka lakukan bersama dengan Balitbangda Kalsel telah mencapai 80 persen. Bahkan, pada 2021, wilayah yang disinyalir sebagai PAD terbanyak untuk Kabupaten Banjar itu direncanakan kembali diteliti oleh pihaknya.

“Untuk pendapatan saja, Gambut potensi PAD khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercatat hampir mencapai puluhan miliar lebih dan industri pergudangan dan lain-lain. Bahkan, sektor lainnya seperti pelabuhan perikanan juga besar serta potensinya itu bisa dibikin berskala internasional,” katanya.

Secara terpisah, anggota panitia penuntut pemekaran Kabupaten Tanah Kambatang Lima di Kotabaru, Khairul Sani menjelaskan sama halnya seperti Gambut Raya, bahwa hasil kajian mereka juga berhasil menunjukkan nilai diposisi angka 80 persen, baik PAD maupun peningkatan infrastruktur pembangunan daerahnya. Dimana, hasil penelitian ini berjalan selama satu tahun terakhir dengan menggandeng beberapa peneliti ahli yang dipercayakan.

“Potensi untuk dimekarkan sangat besar dan mampu menghidupi daerahnya sendiri, sebut saja, perkembunan sawit, perusahaan, industri pelabuhan (hilirisasi). Dimana, hasil kajian ini menandakan bahwa ada salah seorang investor asing yang ingin berinvestasi dalam pembangunan rumah sakit (RS) bertarap internasional untuk Kabupaten Tanah Kambatang Lima,” beber Khairul Sani dengan nada optimis.

Terkait belum diserahkannya sejumlah berkas ke pemerintah, baik Gambut Raya dan Kambatang Lima dikarenakan saat ini pihaknya harus menyelesaikan beberapa sisa penelitian lainnya. Mengingat, sebanyak 20 persennya lagi harus bisa diselesaikan. Bahkan, pihak penutut juga masih berusaha mencari potensi lainnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?