28 November 2021

Telaah Desain Jembatan A. Yani dan Veteran, Pemko Banjarmasin Izinkan Warga Bangun Jembatan Sementara

2 min read

Desain Jembatan A.Yani dan Veteran

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini telah menerima desain jembatan untuk kawasan sepanjang jalan Ahmad Yani serta Veteran.

Desain jembatan diterima  langsung plh walikota Banjarmasin Mukhyar, didampingi Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Banjarmasin sekaligus Ketua Satgas Normalisasi Sungai Djoyo Pudjadi.

Mukhyar mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin sangat berterimakasih dengan pihak Intakindo, yang telah menyerahkan desain jembatan untuk  kawasan jalan Ahmad Yani serta jalan Veteran ini.

“Pemko Banjarmasin tentunya berterimakasih atas desain yang telah diserahkan oleh Intakindo ini,” ucap Mukhyar, kepada sejumlah wartawan, usai menerima desain jembatan dari Intakindo, pada Senin (1/3).

Desain jembatan ini, lanjutnya, dipakai untuk menggantikan jembatan kawasan jalan Ahmad Yani dan Veteran, yang telah dibongkar Tim Satgas Normalisasi Sungai Kota Banjarmasin, karena bangunan sebelumnya menghambat aliran sungai.

Sementara itu, Ketua Satgas Normalisasi Sungai Kota Banjarmasin Djoyo Pudjadi mengatakan, desain yang mereka terima ini, akan dirapatkan kembali bersama Dinas PUPR Kota Banjarmasin, dan pihaknya lainnya.

“Tujuannya rapat bersama tersebut, untuk mendapatkan masukan serta penambahan lainnya terkait desain tersebut,” ujar Djoyo.

Setelah mendapatkan keputusan bersama, tambahnya, maka desain tersebut langsung disosialisasikan kepada warga yang bangunan jembatannya mengalami pembongkaran.

Dalam kesempatan tersebut, Djoyo mengatakan, Pemko Banjarmasin mempersilakan warga untuk membangun jembatan darurat sementara.

“Kami mempersilakan warga membangun jembatan darurat, di lokasi  jembatan yang dibongkar satgas normalisasi sungai,” ujarnya.

Djoyo mengatakan, bagi pemilik bangunan yang mengalami pembongkaran oleh Satgas Normalisasi Sungai Kota Banjarmasin, karena menghambat aliran sungai, diperkanankan membuat jembatan alternatif sementara, sebelum memiliki dana untuk membangun jembatan permanen, dengan desain yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Menurut Djoyo, Pemerintah Kota Banjarmasin, tentunya memberikan waktu untuk pembangunan jembatan tersebut, asalkan pemilik bangunan menyerahkan surat permohonan penundaan waktu pembuatan jembatan, karena kendala anggaran.

“Kami tidak menginginkan adanya pembiaran bangunan dibongkar tanpa ada jembatan alternatif, maupun rencana pembangunan jembatan permanen, dengan sengaja,” ucap Djoyo. (SRI/RIW/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?