6 Desember 2021

IPM 2020 Berhasil Naik, Sektor Pendidikan Masih Jadi Perhatian Serius

3 min read

Hasil data dari BPS Kalsel tentang IPM dari 2010 - 2020

BANJARBARU – Tahun 2020, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Selatan berhasil mencapai angka 70,91 persen. Meski sebelumnya, sempat berada pada angka terendah dalam periode 2016 lalu, yakni sekitar 69,05 persen.

Kegiatan Forum Konsultasi Publik Tahun 2021 secara tatap muka dan virtual di aula Syahril YP Bappeda Kalsel, Selasa (23/2) siang.

Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, bukti bahwa peningkatan ini merupakan suatu pencapaian luar biasa dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan upaya pembangunan manusia atau IPM. Maka dari itu, Ia berharap meski telah mencapai angka 70,91 persen setidaknya tahun 2021 bisa terus meningkat tajam.

“Ini menunjukkan bahwa Kalsel mampu naik dan kini berada diangka 70,91 persen. Dimana, tahun 2016 lalu sempat pula berada menduduki angka 69,05 persen,” ungkapnya, saat membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik Tahun 2021 secara virtual, di aula Syahril YP Bappeda Kalsel, Selasa (23/2) siang.

Dari data yang didapatkan melalui BPS Kalsel, Roy menginginkan tetap ada sinerginitas seluruh SKPD dilingkup Pemprov Kalsel dalam mendukung adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Selatan.

“Sinergi ini harus didukung penuh oleh seluruh stakeholder pemerintahan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” paparnya.

Diketahui, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kemajuan sebut saja pada 2010 tercatat ada 65,20 persen, 2011 mengalami kenaikan menjadi 65,89 persen, 2012 sebesar 66,68 persen dan 2013 berada di angka 67,17 persen sedangkan 2014 sekitar 67,63 persen, 2015 pada posisi angka 68,38 persen hingga 2016 naik 69,05 persen dan 2017 menjadi 69,65 persen, 2018 berhasil mencapai 70,17 persen sedangkan pada 2019 kembali naik diangka 70,72 persen. Hingga, masuk pada 1 dekade yakni 2020 mencapai 70,91 persen.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira mengungkapkan meski telah mengalami kenaikan diangka yang cukup membanggakan. Namun, dirinya menyebutkan bahwa posisi IPM di Kalsel yang kini telah mencapai 70,90 persen masih perlu ditingkatkan.

Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira saat memimpin kegiatan Forum Konsultasi Publik Tahun 2021 secara virtual diruang kerjanya, Selasa (23/2) siang.

“Terutama pendidikan, meski IPM tercapai. Namun, kenyataannya pengaruh realisasi ini perlu jadi perhatian serius sehingga titik fokus utama yang akan kami digenjot itu nanti ya sektor tersebut,” tuturnya.

Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa angka 70,91 ini berhasil meningkat sebesar 0,19 poin atau tumbuh sebesar 0,27 persen dibanding tahun 2019. Namun, Fajar Desira menuturkan, akibat pendidikan yang masih tidak merata, mengakibatkan perkembangan disektor pembangunan manusia di Kalimantan Selatan dapat terhambat.

“Mereka yang hanya mengemban pendidikan tidak sampai berhasil lulus ditingkat SMP juga berpengaruh terhadap IPM, contohnya saja daerah wilayah pedalaman atau desa tertinggal, otomatis tidak maksimal. Oleh sebab itu, pendidikan menjadi pendukung dalam upaya peningkatan indeks ini,” ucapnya.

Meski capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari BPS Kalsel diukur secara esensial melalui umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan hingga standart hidup layak. Akan tetapi, permasalahan kenaikan angka IPM di Kalimantan Selatan diakui masih harus dikejar ketajamamnya.

“IPM ini harusnya bisa melompat lebih tinggi lagi. Selain itu, salah satu pemicunya memang juga diakibatkan oleh dampak pandemi COVID-19,” kata Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira.

Akan tetapi, data yang dirilis melalui Badan Pusat Stastik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat dari tahun 2010 – 2020, harapan lama sekolah secara rata-rata mencapai sebesar 1,68 persen per tahunnya. Sehingga, dipastikan peluang wilayah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyelesaikan pendidikan agar dapat lulus sampai SMA hingga tingkat perguruan tinggi setara dengan Diploma 1 dapat terealisasi. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?