6 Desember 2021

Pemprov Kalsel Upayakan Realisasi Investasi 2021 Membaik

2 min read

Kepala Dinas PM-PTSP Kalsel Nafarin

BANJARBARU – Target investasi di Kalimantan Selatan merosot tajam pada 2020 dari target yang ditetapkan sebesar 12 Triliun Rupiah berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Prov Kalsel mencatat realisasi investasi dari Januari hingga Desember 2020 hanya mencapai 64,6 persen, atau 7,76 triliun rupiah dari target sebesar 12 triliun rupiah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kalsel Nafarin mengatakan, selain tidak mencapai target, realisasi investasi pada 2020 juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2019 kita mampu mencapai target, realisasinya mencapai Rp15,6 triliun, memang target investasi di Kalsel tidak diturunkan di masa pandemi COVID-19, padahal target investasi nasional mengalami penurunan,” katanya, Jumat (19/2) kemarin.

Nafarin beralasan, pandemi COVID-19 menjadi faktor utama anjloknya nilai investasi di Kalsel.

“Karena pandemi, sejumlah investor memilih menunda berinvestasi,” paparnya.

Di samping itu, diungkapkan Nafarin, turunnya ekspor batu bara dan CPO selama 2020 juga mengakibatkan investasi Kalsel turun drastis.

Terkait capaian investasi selama 2020, dia mengungkapkan, paling banyak dari sektor Penanaman Modal Daerah Dalam Negeri (PMDN).

“Realisasi PMDN sekitar 4,29 triliun rupiah dengan 1.672 proyek,” ungkapnya.

Sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama 2020, kata Nafarin hanya sekitar 3,47 triliun rupiah.

“Total proyeknya sebanyak 327,” bebernya.

Dia menyampaikan, dari PMDN sektor yang paling banyak investasinya adalah tanaman pangan perkebunan dan peternakan dengan realisasi 1,31 triliun rupiah.

“Sedangkan terbanyak kedua, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi. Realisasinya, 680 miliar rupiah. Diikuti jasa lainnya, sekitar 468 miliar rupiah” ucapnya.

Sedangkan berdasarkan daerahnya, Nafarin menyebut, PMDN paling besar di Kabupaten Tanah Laut dengan realisasi 1,42 triliun rupiah. Disusul Tanah Bumbu, 724, 4 miliar rupiah dan Banjarmasin, 498 miliar rupiah.

Beralih ke PMA, dia menuturkan, investasi paling banyak dari sektor pertambangan, dengan realisasi sekitar 1,46 triliun rupiah. Disusul listrik, gas dan air. Sektor ini realisasinya 1,37 triliun rupiah.

“Terbesar ketiga, industri makanan dengan realisasi 366,8 miliar rupiah,” tuturnya.

Dijelaskammya pula, jika dilihat dari negara asal, PMA paling banyak pada 2020 dari Korea Selatan dengan  nilai 1,37 triliun rupiah. Disusul Malaysia, 669 miliar rupiah dan  Singapura, 530 miliar rupiah.

Dia berharap, tahun ini investasi kembali bergairah walaupun pandemi masih belum usai. Sebab, kata dia pada 2021 ini investasi Kalsel ditargetkan mampu mencapai 14 triliun rupiah.

“Kami akan melakukan segala upaya. Salah satunya melalui promosi dan meyakinkan ke negara lain melalui kedutaan besar mereka di Jakarta bahwa berinvestasi di Kalsel sangat baik,” bebernya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?