6 Desember 2021

Distribusi Elpiji Terhambat, Ini Solusi Pemprov Kalsel

2 min read

Pj gubernur Kalsel (paling kanan) saat memimpin rapat bersama PT Pertamina pada Kamis sore (18/02)

BANJARBARU – Salah satu dampak banjir yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Selatan saat ini adalah, terjadinya kelangkaan elpiji. Khususnya untuk ukuran 3 kilogram, atau elpiji bersubsidi. Penyebab utama kelangkaan ini, adalah terhambatnya distribusi elpiji akibat kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan. Menanggapi persoalan ini, maka pemerintah provinsi Kalimantan Selatan melakukan rapat bersama PT Pertamina secara virtual, pada Kamis (18/2).

Rapat dipimpin langsung Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA, didampingi Penjabat Sekda Roy Rizali Anwar, Kadishub Rusdiansyah, Kepala Biro Ekonomi Ina Yuliana serta pejabat lainnya, yang berhadir di ruang rapat PM Noor setdaprov Kalsel di Banjarbaru.

Sales Branch Manager PT Pertamina wilayah Kalselteng, Drestanto Nandiwardhana menyampaikan, permasalahan utama yang dihadapi pihaknya saat ini adalah jalur distribusi yang terhambat.  Yakni jalan Gubernur Syarkawi,  mengalami kerusakan parah.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA, akan memberlakukan buka tutup jalur Gubernur Syarkawi yang saat ini dalam tahap perbaikan.

Safrizal juga akan memberikan akses kepada truk tangki elpiji agar bisa melewati jembatan darurat Mataraman dan Tanah Laut.

Selain jalur darat, Safrizal juga meminta, pendistribusian elpiji dapat melalui jalur laut dan udara. Seperti penambahan kapal Landing Craft Tank (LCT) dan penggunaan heli MI 8 dengan kapasitas 4 ton.

Pj Gubernur mengatakan, pendistribusian elpiji ke kabupaten kota nantinya bakal dikawal pihak Kepolisian.

“Saya sudah komunikasikan soal pengamanan ini dengan Kapolda Kalsel, dan juga Danrem 101 Antasari. Saya juga meminta Pertamina agar melakukan simulasi penambahan LCT, terutama ketika keadaan air laut pasang. Kemudian Hiswana Migas dapat mengatur jadwal keberangkatan truk pengangkut elpiji, dan kita upayakan pengadaan eksavator, untuk antisipasi jika terjadi amblas pada angkutan elpiji ini,” urai pj gubernur.

Sebelumya, penjabat Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, mengatakan, pada tahun 2021 kuota elpiji 3 kilogram untuk Kalsel mengalami kenaikan, sebesar 7.003 metrik ton, atau sebesar 7,2 persen, dibanding sebelumnya. 

“Ini adalah upaya kita untuk mengatasi kelangkaan elpiji di banua. Khususnya pasca bencana banjir yang kita alami,” katanya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RHD)

1 thought on “Distribusi Elpiji Terhambat, Ini Solusi Pemprov Kalsel

  1. After checking out a
    number of the blog posts on your web site, I honestly
    like your technique of blogging.
    I book marked
    it to my bookmark webpage list and will
    be checking back soon. Please visit my web site as
    well and let me know how you feel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?