6 Desember 2021

Balitbangda Kalsel Akan Segera Lakukan Kajian Kereta Bandara

2 min read

Kabid Ekonomi dan Pembangunan Balitbangda Kalsel, Kemas A Rudi Indrajaya.

BANJARBARU – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalimantan Selatan akan segera melaksanakan kajian terkait proyek rel kereta api bandara pada akhir Februari 2021 ini. Bahkan, hanya ada enam wilayah yang menjadi pencanangan dalam program tersebut.

Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Balitbangda Kalsel, Kemas A Rudi Indrajaya mengatakan dari enam wilayah yang rencananya akan menjadi kawasan skala prioritas kajian tersebut yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala), Barito Kuala (Batola) dan Tapin.

“Kegiatan kajian kereta bandara ini tidak mencakup 13 kabupaten/kota, tetapi hanya 6 wilayah saja di Kalimantan Selatan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (11/2) siang.

Dari perencanaan tersebut, lanjut rudi, kemungkinan jurusan per wilayah akan memfokuskan ke titik bandara di Banjarbaru. Untuk memastikan, maka pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu.

“Mungkin diprediksikan dari Kabupaten Tapin ke Bandara Syamsuddinnoor begitu pula sebaliknya dan inilah kegiatan kajian yang akan dilaksanakan di tahun 2021,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dalam hal ini, pihaknya juga akan melibatkan stakeholder lainnya.

“Kami juga akan melibatkan akademisi dari ULM, Dishub Kalsel dan Kemenhub RI bersama dengan peneliti dari Balitbangda Kalsel,” tuturnya.

Rudi membeberkan, untuk estimasi waktu kajian dalam penelitian perencanaan proyeksi rel kereta bandara yang dilakukan oleh peneliti dari Balitbangda Kalsel dipastikan sampai Desember 2021 dan dimulai pada akhir Februari ini.

“Kami lakukan pada akhir Februari ini dan Desember 2021 harus ada hasilnya yang didapatkan dalam kajian ini,” bebernya.

Sementara itu, Peneliti Balitbangda Kalsel, Arif Anwar menyebutkan bahwa sebelum melaksanakan penelitian di lapangan, terlebih dahulu pihaknya harus melakukan penyusunan tim pengkaji, workshop dan seminar proposal.

Peneliti dari Balitbangda Kalsel, Arif Anwar.

“Penyusunan tim dulu, setelah itu baru melaksanakan workshop bersama dengan stakeholder terkait dan sisanya akan ada seminar proposal setelah semuanya selesai maka survey dilapangan baru dilakukan,” katanya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?