15 Juni 2021

Atasi Kemacetan Pasca Banjir, Ini Upaya Yang Dilakukan Pemprov dan DPRD Kalsel

2 min read

BANJARMASIN – Bencana banjir yang melanda Kalsel beberapa waktu lalu membuat dua akses jalur jalan vital terputus, yakni ruas lingkar utara menuju Kalimantan Tengah, dan ruas timur menuju Banua Anam. Berbagai upaya pun telah dilakukan sejumlah pihak agar akses menuju sejumlah kabupaten dapat dilalui. Dan hal itu terungkap dalam rapat yang digagas Komisi III DPRD Kalsel, Rabu (10/2) malam dan diikuti sejumlah pihak terkait.

Suasana Rapat Koordinasi di DPRD Kalsel

Untuk jalur sungai sebelah utara menuju Kalteng, yang mana sebelumnya menggunakan penyeberangan kapal ferry kecil, kini KSOP Banjarmasin bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan kapal penyeberangan cukup memadai, dengan rute Pelabuhan Martapura Baru Banjarmasin-Jembatan Barito di Kabupaten Barito Kuala.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Usaha Pelabuhan, Nusul Raya Ritha mengatakan, pada intinya KSOP Kelas I Banjarmasin siap mendukung akan kebutuhan  transportasi laut dengan memberikan dan membuka fasilitas pelabuhan Terminal Martapura Baru yang saat ini dipakai untuk bongkar muat dengan dua unit armada ferry pada titik masing-masing arah.

“Jadi kami KSOP sudah siap dan mendukung melalui fasilitas pelabuhannya dan sudah mulai jalan hari ini  untuk membantu mengurai kepadatan di Jalan Hasan Basri,” katanya.

Adapun pada jalur darat yang mana akses Jembatan Matraman di Kabupaten Banjar sempat terputus, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan, Syauqi Kamal, memastikan Kamis (11/2) akan langsung di ujicoba untuk dilalui truk dengan beban muatan 30 ton.

“Hari ini kita uji coba dan fungsikan. Akses alternatif ini kita harapkan  dapat mengurangi kemacetan yang terjadi,” katanya , Kamis (11/2).

Sementara itu, Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menambahkan, dihasilkannya solusi dengan membuka kembali dua jalur vital baik disebelah Utara dan Timur di Kalsel, merupakan upaya pemerintah daerah melalui sinergi bersama DPRD Kalsel, BPJN, KSOP, Dishub, Polda Kalsel, TNI dan lainnya sejak beberapa pekan tadi dalam penanggulangan pasca banjir.

Seiring itu juga, BPJN juga tengah memperbaiki akses transportasi darat yang rusak berat di ruas Jalan Gubernur Syarkawi dan diharapkan satu minggu ke depan bisa selesai minimal satu jalur untuk berlalu-lintas.

“Jadi ini semua merupakan upaya yang dilakukan bersama oleh pemerintah daerah bersama semua instansi terkait dan juga pengusaha angkutan,” jelas Roy.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani, mengatakan, setelah melakukan rapat koordinasi maka disepakati pelabuhan penyeberangan akan menjadi dua titik, yang mana sebelumnya ada di Kayu Tangi Ujung, sekarang bertambah di Pelabuhan Trisakti.

Begitu pula, untuk jembatan Mataraman penghubung Banua Enam sudah dapat beroperasi kembali dengan batasan beban 30 ton.

Dengan pengoperasian kembali dua jalur vital di utara dan timur, maka  pendistribusian barang dan kebutuhan masyarakat bisa lebih lancar, meski kondisi darurat, namun itu dapat mengurangi kemacetan.

Untuk memastikan kondisinya, Komisi III akan memantau langsung uji coba Jembatan Mataraman juga penyeberangan di jalur Sungai, yang akan digunakan masyarakat beraktivitas.

“Kita Komisi III terus akan memantau perkembangannya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.