6 Desember 2021

Disbunnak Kalsel Upayakan Bantuan Semua Korban Banjir Dari Sektor Perkebunan Dan Peternakan

2 min read

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi.

Banjarbaru – Musibah banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan terus mengalami perbaikan. Terbukti hingga Jum’at (5/2), kondisi banjir dibeberapa titik sudah menurun. Namun demikian dampak dari banjir yang menggenang di 11 kabupaten/kota ini tentu sangat dirasakan dibeberapa sektor. Seperti pada sektor perkebunan dan peternakan

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi mengatakan, berdasarkan data sementara yang mereka himpun dari kabupaten/kota, sektor peternakan mengalami kerugian paling besar. Yakni, Rp8.388.595.000. Sedangkan perkebunan merugi Rp7.144.480.000.

“Jadi total kerugian sementara dari dua sektor ini mencapai Rp15.533.075.000. Data masih terus bergerak, setiap hari kami himpun,” katanya belum lama tadi.

Disampaikan Suparmi, untuk sektor peternakan, kerugian besar terjadi dikarenakan sejumlah hewan ternak hanyut diterjang banjir. Mulai dari sapi, kerbau, kambing hingga ayam.

“Termasuk kerusakan pada kandangnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Suparmi menerangkan, dari sejumlah daerah terendam banjir, ada tiga kabupaten/kota yang mengalami kerugian paling besar, yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

“Di tiga daerah ini ada ribuan hewan ternak yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara untuk sektor perkebunan, Suparmi menyampaikan, ada sejumlah komoditas tanaman yang terdampak banjir. Seperti karet, sawit, kelapa dalam, kopi dan lada.

“Beberapa unit pengolahan dan infratruktur seperti jalan dan jembatan kebun juga rusak akibat tergenang banjir,” ucapnya.

Di sektor ini, dia menyebut, kerugian paling banyak dialami oleh para pekebun di Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Tengah.

“Daerah-daerah ini memang banjirnya cukup besar. Jadi perkebunan yang terendam juga paling luas,” sebutnya.

Terkait kerugian yang dialami sektor peternakan dan perkebunan, Suparmi menuturkan bahwa pihaknya berupaya agar semua peternak dan pekebun yang terdampak banjir mendapatkan bantuan.

“Kami ingin semua dapat bantuan dari sumber mana pun, untuk meringankan beban hidup mereka. Ini demi bangkitnya ekonomi pekebun dan peternak. Kalau tidak, akan brdampak kepada penurunan kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Diungkapkannya, saat ini pihaknya tengah mengomunikasikan bantuan untuk para pekebun dan peternak melalui beberapa jalur. Mulai dari APBD Pemprov Kalsel, APBN melalui kementerian terkait, serta Badan Pengelolaan dan Pembangunan Kelapa Sawit (BPPKS).

“Di BPPKS ada beberapa program bantuan khusus untuk sawit. Pada kondisi saat ini, kita bisa mengusulkan bantuan melalui sarpras bencana. Seperti penanaman kembali tanaman yang rusak, serta bantuan pupuk dan saprodi lainnya,” ungkapnya.

Diluar BPPKS, Suparmi menyampaikan, pihaknya sudah mengusulkan bantuan untuk peternak dan pekebun terdampak banjir ke Pemprov Kalsel.

“Saat ini datanya masih terus dihimpun. Bantuan nanti bisa dalam bentuk peremajaan, bantuan bibit, pestisida dan perbaikan sarpras yang rusak,” ucapnya.

Sedangkan dari pemerintah pusat, disampaikannya Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dirjen Perkebunan merespons baik, ketika pihaknya mengomunikasikan terkait dampak bencana banjir yang menimpa para pekebun dan peternak di Banua.

“Kata mereka, bakal ada refocusing untuk membantu sektor peternakan dan perkebunan,” katanya. (ASC/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?