23 Juni 2021

Stok Beras Kalsel, Surplus 2 Juta Ton

2 min read

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman.

BANJARBARU – Provinsi Kalsel merupakan daerah yang kaya akan tanah pertanian, dimana disetiap kabupaten, bahkan kota, terdapat lahan pertanian yang cukup luas. Hal ini juga berdampak dengan ketersediaan stok beras di wilayah ini, yang dinyatakan surplus (kelebihan) pada tahun 2020 ini.

Baru-baru ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan kepada Abdi Persada FM, bahwa sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak terdampak selama pandemi COVID-19. Hal ini dibuktikan, dengan berlebihnya hasil panen para petani, dimana produksi beras hingga September 2020, mencapai 2 juta ton. Sehingga Provinsi Kalsel kelebihan stok beras hingga 300 ton.

“Perhitungan dari hasil panen capai sekitar 2 juta ton di bulan September, saat musim panen tiba, dan kami hanya menargetkan sebanyak 1,7 juta ton saja,” ungkap Syamsir.

Ditambahkan Syamsir Rahman, banyaknya panen padi di Wilayah Kalsel, merupakan keberhasilan para petani dalam memenuhi target ketersediaan beras untuk masyarakat Kalsel. Selain juga didukung  bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam bentuk pengadaan sarana produksi tanaman.

“Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Kalsel membantu sarana produksi berupa pupuk, benih, obat herbisida, serta sarana infrastruktur lainnya,” lanjut Syamsir.

Syamsir melanjutkan, optimalisasi lahan untuk peningkatan indeks pertanaman berupa pengadaan benih yang bisa dua kali tanam bahkan tiga kali tanam,  juga dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan indeks pendapatan beras di wilayah ini.

“Stok beras saat ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kalsel hingga 3-4 kali lipat. Perhitungan ini berdasarkan jumlah masyarakat Kalsel yang sekitar 4,3 juta jiwa, dan hanya membutuhkan sekitar 400 ribu ton beras saja,” ungkap Syamsir.

Syamsir Rahman mengakui, ketersediaan beras diperkirakan dapat bertahan hingga 1 tahun ke depan, baik yang tersimpan di lumbung pangan Kabupaten/Kota,  Kecamatan, Bulog, hingga rumah-rumah para petani. (MRF/RIW/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.