19 Oktober 2021

Tangani COVID 19, Kalsel Siapkan Dana 2 Trilyun

2 min read

Wakil Ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Sehari setelah perayaan Idul Fitri, Gugus tugas (Gugas) percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan langsung bergerak melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke 6 wilayah kabupaten di Banua Enam. Yakni Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Balangan, Tabalong dan Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau secara langsung, bagaimana sejauh ini penanganan COVID 19 di tingkat kabupaten. Mulai dari pengawasan kedisiplinan warga menggunakan masker saat berada di luar rumah, kesiapan fasilitas tandon air untuk umum yang dapat memudahkan warga mencuci tangan dengan sabun secara rutin, hingga kesiapan layanan kesehatan bagi pasien yang dikarantina. Termasuk pula kesiapan dana di daerah untuk penanganan virus asal Wuhan China tersebut.

Saat berada di Banjarmasin, Wakil Ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemerintah provinsi saat ini sudah menganggarkan dana sebesar 700 miliar rupiah, untuk menangani kasus ini. Diantaranya untuk peningkatan kapasitas tempat tidur ruang isolasi, sebagai persiapan kemungkinan terjadinya puncak kasus pada Juli nanti.

“Sesuai instruksi gubernur, bahwa penanganan COVID 19 haruslah dilakukan secara gotong royong oleh seluruh daerah. Jika daerah menyiapkan dana 100 miliar rupiah masing-masing, maka akan tersedia sebanyak 1,3 trilyun rupiah. Dengan begitu, jika digabungkan dengan dana dari pemerintah provinsi, maka dana yang tersedia mencapai 2 trilyun rupiah. Dana ini tentunya akan mencukupi untuk target penambahan 1.000 tempat tidur di fasilitas rumah sakit, dan juga 1.000 kamar untuk karantina khusus,” paparnya.

Hanif menambahkan, kesiapan dana ini sangat diperlukan, mengingat pihaknya menargetkan untuk meningkatkan kegiatan pencarian dan penelusuran kasus hingga Juni nanti. Sehingga diprediksi dari kegiatan yang masif ini, akan ada lonjakan atau puncak kasus pada Juli mendatang.

“Kita sangat harapkan seluruh fasilitas yang kita siapkan itu, akan tersedia semuanya pada Agustus nanti. Karena kita prediksi, pada bulan itu kasus sudah mulai menurun atau melandai. Barulah saat itu kita mulai melakukan langkah pemulihan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?