16 Oktober 2021

Diprediksi, Kasus COVID 19 Melandai di Agustus

2 min read

Ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Hingga akhir Mei 2020 ini, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID 19 di Kalimantan Selatan sudah mencapai 600 kasus lebih, dengan 80 dinyatakan sembuh dan 63 meninggal dunia. Namun berdasarkan perkiraan tim Gugus tugas (Gugas) percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan, angka ini masih belum mencapai puncak temuan kasus di provinsi ini. Diperkirakan kasus akan mengalami lonjakan atau puncaknya pada Juli mendatang. Hal itu terjadi, jika pada Juni nanti, tim Gugas di kabupaten/kota terus menggiatkan pelacakan dan penelusuran temuan kasus di daerahnya masing-masing. Perkiraan ini disampaikan Ketua harian gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie kepada wartawan, usai memimpin rapat koordinasi dan konsolidasi dengan pengelola pasar tradisional di Banjarmasin, pada Selasa (26/5) di gedung Dekranasda provinsi di jalan Ahmad Yani kilometer 5 Banjarmasin.

“Jika pada Juni seluruh Gugas di kabupaten/kota terus memasifkan pencarian kasus COVID 19 melalui penelusuran dan pelacakan kontak dari klaster yang muncul, maka tidak menutup kemungkinan pada Juli akan terjadi puncak kasus di Kalsel. Jika memang itu terjadi, kita harapkan pada bulan Juli itu juga kita dapat langsung menanggulangi seluruh kasus yang muncul, sehingga pada Agustus sudah terjadi penurunan atau jumlah kasus melandai. Setelah itu, barulah kita menyusul langkah pemulihan kembali, baik dari sisi kehidupan perekonomian maupun sosial,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai Sekdaprov Kalsel tersebut.

Senada dengan ketua harian, Wakil Ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, bahwa diperlukan kerjasama seluruh Gugas di daerah untuk mencapai target tersebut. Sehingga persoalan virus asal Wuhan China ini, tidak berlangsung berlarut-larut di bumi Lambung Mangkurat, dengan adanya target terukur yang sudah ditetapkan.

Wakil Ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan.

“Karena itulah kita melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja penanganan COVID 19 di 6 kabupaten Banua Enam Senin kemarin (25/5). Sekaligus kita juga berkoordinasi soal kesiapan daerah, untuk menghadapi puncak terjadinya kasus serta kesiapan penanganannya. Baik dari segi pendanaan, fasilitas ruang karantina hingga kesiapan masyarakatnya untuk menjalankan protokol kesehatan dengan lebih disiplin,” jelasnya.

Sejauh ini menurut Hanif, sejumlah kabupaten kota di Kalsel sudah melakukan upaya maksimal untuk tracking dan tracing kasus COVID 19. Namun ada saja yang masih belum melakukan tindakan berarti, seperti kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Kita sudah merekomendasikan kepada gubernur selaku ketua Gugas provinsi, untuk memanggil langsung bupati HSU yang juga ketua Gugas kabupaten HSU. Ini perlu dilakukan, mengingat selama ini, terkesan kabupaten ini tidak menerapkan penanganan yang tepat untuk permasalahan ini. Contohnya, masih banyak masyarakat yang kami lihat saat melakukan kunjungan langsung pada Senin lalu, tidak menggunakan masker. Kemudian tandon air untuk mencuci tangan juga tidak tersedia. Sementara dari data yang tersaji, jumlah temuan juga masih sangat kecil. Hal itu yang nantinya harus dijelaskan ketua Gugas HSU,” tutupnya. (RIW/EDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?