16 Oktober 2021

Tinjau 7 Lokasi, Ini Temuan Gugas Kalsel di Pasar Tradisional

3 min read

Ketua harian Gugas (topi AHM) saat memantau pos perbatasan di Astambul kabupaten Banjar pada Sabtu (23/5).

BANJARBARU – Hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah sudah di depan mata, tepatnya besok Minggu (24/5) seluruh kaum muslimin di dunia merayakan suka cita menjadi fitri setelah menjalani puasa satu bulan penuh pada Ramadhan. Dan tentu saja, karena Ramadhan tahun ini datang berbarengan dengan pandemi COVID 19, maka perayaan Idul Fitri tahun ini pun, mau tidak mau harus dirayakan di tengah keprihatinan itu. Mulai dari membatasi aktivitas silaturahmi bertamu ke rumah kerabat atau tetangga, hingga penyelenggaraan sholat Ied di rumah saja. Termasuk aktivitas wajib jelang lebaran yakni mudik, menjadi salah satu hal yang dilarang dilakukan dimasa pandemi ini. Namun begitu, aktivitas mudik mungkin saja masih tetap dilakukan beberapa orang, baik memakai angkutan umum atau kendaraan pribadi. Untuk mengatasi masalah ini, jajaran gugus tugas (Gugas) percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan, turun langsung ke lapangan untuk meninjau sejumlah titik pemantauan di perbatasan antar kabupaten/kota di Kalsel pada Sabtu (23/5). Terutama daerah yang sudah menerapkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yakni kota Banjarmasin dan Banjarbaru, kabupaten Banjar dan Batola. Peninjauan yang dipimpin langsung ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie ini juga sekaligus memastikan pembatasan arus masuk orang pada masa PSBB berjalan lancar, termasuk meninjau beberapa lokasi pasar tradisional dan modern.

Kepada wartawan usai meninjau 7 titik lokasi di Batola, kabupaten Banjar dan Banjarbaru pada Sabtu siang (23/5), ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie mengatakan, sejauh hasil pemantauan hari ini, koordinasi lintas sektor yang berjaga di pos pantau PSBB ini berjalan lancar, dan terlihat sinergis.

“Kita sangat bersyukur, koordinasi antar petugas dari TNI-Polri dan juga pemerintah setempat sudah terjalin dengan sangat baik. Namun kedepannya saya berharap, satgas di tingkat RT dan kelurahan juga lebih dilibatkan, khususnya dalam hal penyadaran dan sosialisasi kepada masyarakat soal pentingnya untuk tetap diam di rumah dan menjaga jarak,” ujar lelaki yang juga menjabat sebagai sekdaprov Kalsel tersebut.

Sayangnya menurut Haris, di 2 lokasi pasar tradisional yang dikunjungi hari ini, yakni pasar Batuah kabupaten Banjar, dan pasar Bauntung Banjarbaru, pihaknya masih menemui pedagang maupun pembeli yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Yakni tidak memakai masker saat berada di luar rumah.

Ketua Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalsel (topi AHM) saat mengingatkan pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker pada Sabtu (23/5).

“Ini tentunya menjadi perhatian kita semua, terutama tim KIE, untuk lebih menggencarkan sosialisasi soal pentingnya memakai masker di saat pandemi seperti saat ini. Entah apakah sosialisasi yang belum menyeluruh kepada mereka, atau mungkin pendekatan yang digunakan kurang tepat,  sehingga mereka tidak memahami pentingnya untuk selalu memakai masker saat berada di luar rumah. Tentu hal ini akan menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.

Nantinya menurut Haris, setelah 2 hingga 3 hari pasca Idul Fitri, pihaknya juga berencana melakukan monitoring hingga ke seluruh wilayah Kalimantan Selatan, untuk memastikan penanganan COVID 19 di daerah juga berjalan baik.

“Kita agendakan kalau tidak Selasa ya Rabu, untuk melakukan monitoring ke seluruh wilayah Kalsel. Kita tidak ingin, daerah yang sudah mengalami penurunan jumlah kasus, justru kembali memasuki zona merah hanya karena lengah sedikit,” tutupnya.

Ketua Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalsel (topi AHM) saat menyerahkan bantuan kepada petugas pos pantau.

Selain meninjau pelaksanaan pemantauan dan penjagaan di pos-pos pantau tadi, Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan juga memberikan sejumlah bantuan kepada para petugas di lokasi. Yakni berupa masker, sarung tangan dan juga susu cair untuk memperkuat stamina saat melakukan penjagaan ini. Sementara pos pantau dan pasar yang didatangi pada Sabtu pagi hingga siang (23/5) ini adalah, dimulai dari titik terminal Handil Bakti Batola, menuju pos pantau di perbatasan kota Banjarmasin-kabupaten Banjar di kawasan Sungai Tabuk, kawasan Astambul kabupaten Banjar, kemudian berlanjut ke pasar Batuah Banjar, Mall Q dan pasar Bauntung Banjarbaru, serta pos pantau di kilometer 17 di depan perumahan kota Citra Banjarbaru. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?