25 Oktober 2021

Lepas KIE COVID 19 di Banjarmasin, Ini Pesan Paman Birin

3 min read

Gubernur Kalsel (topi logo merah putih) didampingi Ketua harian dan Wakil Ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalsel, saat tiba di Siring 0 Kilometer Banjarmasin pada Selasa (19/5).

BANJARMASIN – Semakin hari, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID 19 di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan signifikan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini, penambahan kasus baru per harinya mencapai 30 kasus lebih, dimana terakhir pada Senin (18/5) terjadi penambahan sebanyak 34 kasus baru. Sehingga total jumlah kasus saat ini sudah mencapai 438 kasus, dengan 320 menjalani perawatan di rumah sakit maupun karantina khusus, 73 dinyatakan sembuh dan 45 meninggal dunia. Kondisi ini tidak lepas, dari masih banyaknya masyarakat yang belum sadar pentingnya untuk tetap diam di rumah dan menjaga jarak selama masa pandemi COVID 19. Bahkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), juga sepertinya tidak diindahkan masyarakat sebagai cara untuk mendisiplinkan mereka. Namun pemerintah provinsi melalui gugus tugas (Gugas) percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan, tetap berupaya untuk menekan laju pertumbuhan jumlah kasus ini, salah satunya dengan mengerahkan tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) COVID 19 untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait Corona kepada masyarakat. Kali ini, tim KIE COVID 19 yang berasal dari 26 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, melakukan edukasi ke sejumlah kelurahan di 5 wilayah kecamatan Banjarmasin, pada Selasa (19/5). Dimana prosesi pelepasan tim yang terdiri dari 52 mobil ini, dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, pada Selasa pagi (19/5) di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Gubernur Kalsel (pegang mikrofon) saat melepas tim KIE COVID 19 Kalimantan Selatan di Siring 0 Kilometer Banjarmasin Selasa (19/5).

Usai melepas keberangkatan tim KIE COVID 19 di Banjarmasin, kepada wartawan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, bahwa seluruh SKPD lingkup pemerintah provinsi memang dilibatkan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, demi memperlambat laju pertumbuhan jumlah kasus dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tetap diam di rumah selama wabah ini berlangsung.

“Saya minta sosialisasi dan edukasi ini menggunakan bahasa yang dapat dengan mudah dipahami masyarakat, sehingga tujuan edukasi dapat diterima baik oleh mereka dan menggugah kesadaran mereka. Terutama soal menjaga kebersihan tangan, dengan rutin mencucinya memakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, serta tidak lupa memakai masker saat keluar rumah. Dengan kegiatan ini, kita berharap dapat memperlambat laju pertumbuhan jumlah kasus,” harap Gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua harian Gugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq, yang juga hadir pada kegiatan itu mengatakan, bahwa selain melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, pihaknya juga menambah fasilitas ruang isolasi disejumlah rumah sakit, sebagai langkah antisipasi lonjakan jumlah kasus positif. Terutama di kota Banjarmasin, yang saat ini menduduki posisi pertama jumlah kasus positif terbanyak di Kalimantan Selatan.

“Pihak rumah sakit Anshari Saleh sudah berkomitmen menambah jumlah tempat tidur hingga sebanyak 110 bed sampai Kamis nanti. Kemudian Ulin, saat ini sudah di angka 125 tempat tidur, dan kita menuju ke angka 300. Kami minta dalam Minggu ini clear di angka 300 itu. Sehingga ada 410 tempat tidur untuk penanganan pasien COVID 19. Tadi saya juga sudah menemui walikota Banjarmasin, untuk menambah tempat tidur di Sultan Suriansyah hingga 100 tempat tidur. Kita akan back up dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarananya, sedangkan gedungnya pihak pemko sudah siap sepenuhnya. Rumah sakit Siaga juga terkonfirmasi sudah siap 30, dan saat ini dalam proses penunjukan rumah sakit pelayanan COVID 19. Ini semua untuk antisipasi lonjakan pasien di kota Banjarmasin. Sedangkan di daerah lainnya, kita juga sudah koordinasi dengan rumah sakit daerah seperti Idaman Banjarbaru, Haji Boeyasin Pelaihari dan juga Hasan Basri Kandangan”, urainya.

Tim KIE COVID 19 yang dilepas keberangkatannya oleh Gubernur Kalsel pada Selasa (19/5), tidak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi saja. Akan tetapi juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Setiap SKPD sudah dibekali 500 masker kain untuk dibagikan di kota Banjarmasin. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?