19 Oktober 2021

Pemprov Kalsel Siapkan Fasilitas Gedung Karantina Sekelas Hotel

2 min read

Ketua harian Gugas percepatan penanganan 19 Kalimantan Selatan (masker coklat) saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Hingga saat ini, tercatat jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID 19 di Kalimantan Selatan sudah mencapai angka 404 kasus. Dimana sebanyak 220 diantaranya merupakan orang tanpa gejala (OTG), yang secara fisik terlihat sehat. Namun justru mereka inilah yang sangat berisiko menularkan kepada orang lain disekitarnya. Karena itu, OTG pun tetap harus menjalani perawatan, meski bukan di fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit.

Di provinsi Kalimantan Selatan, seluruh kabupaten/kota sudah menyiapkan fasilitas gedung atau bangunan yang khusus untuk mengkarantina para OTG ini. Terutama untuk yang sudah dinyatakan positif COVID 19, maka dipastikan penanganan perawatan mereka dengan karantina khusus, diambil alih langsung oleh pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Setidaknya ada 2 gedung milik pemerintah provinsi di kota Banjarbaru, yang sudah disiapkan untuk tujuan karantina ini. Yakni Diklat Ambulung dan Bapelkes Banjarbaru.

Kepada wartawan, Ketua harian gugus tugas (Gugas) percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie memastikan, bahwa gedung untuk karantina khusus ini, dilengkapi berbagai fasilitas yang memberi kenyamanan kepada orang-orang yang menjalani karantina didalamnya. Ruang kamar yang bersih dengan penyejuk udara, dan suasana yang tenang.

“Kita pastikan fasilitas gedung yang disiapkan setara dengan hotel melati tingkat 1. Hal ini supaya mereka yang dikarantina merasa nyaman berada didalamnya, tanpa merasa dikurung. Sekali lagi saya tekankan, bahwa karantina itu tidak sama dengan dikurung. Dengan suasana gedung yang nyaman, maka upaya meningkatkan imunitas tubuh mereka akan semakin lancar dan cepat terlaksana, sehingga mereka akan cepat disembuhkan,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai Sekdaprov Kalsel tersebut.

Lebih lanjut Haris juga mengatakan, bahwa selama dikarantina, para pasien OTG ini tidak perlu khawatir dengan kondisi keluarga yang ditinggalkan selama mereka menjalani karantina. Karena pemerintah provinsi akan memberikan jaminan kebutuhan hidup bagi keluarganya.

“Mereka tidak perlu khawatir, pemerintah provinsi akan memberikan jaminan kebutuhan hidup untuk keluarganya. Sehingga mereka dapat berkonsentrasi dengan kesehatan mereka saja, dan segera disembuhkan untuk berkumpul kembali dengan keluarganya,” urainya.

Perlu diketahui, bahwa sebagian besar OTG yang ada di Kalimantan Selatan berasal dari hasil penelusuran sejumlah klaster perjalanan, terutama klaster perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan. Klaster ini ditemukan hampir merata diseluruh kabupaten/kota, diantaranya Batola, Tanah Bumbu dan Tanah Laut, serta kota Banjarmasin dan kabupaten Banjar. Bahkan kini muncul klaster lokal yang dikhawatirkan dapat menambah jumlah kasus positif di Banjarmasin, yakni klaster Sentra Antasari. Untuk mengantisipasi hal ini, tugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan, memberikan bantuan rapid test untuk kegiatan pemeriksaan masal di 6 titik pasar tradisional pada akhir pekan lalu. Dan diketahui, dari 1.300 lebih rapid test yang digunakan, terdapat 129 hasil reaktif. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?