28 Oktober 2021

KDRT Mengintai Anda? Basmi Dengan SEJIWA

2 min read

Kadis PPPA Prov. Kalsel, Husnul Khatimah, Jum'at (15/5).

BANJARBARU – Berbagai dampak dari situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) saat ini, seakan sulit untuk di indahkan.

Mulai dari depresi karena terlalu banyak dirumah, tekanan emosional menghadapi rutinitas yang tidak biasa, menurunnya kualitas kerja dan penghasilan, hingga terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Yang mana beberapa hal tersebut, bisa saja berbuntut panjang dengan timbulnya masalah lain, yakni kekerasan didalam rumah tangga (KDRT), mengingat aktifitas masyarakat saat ini lebih banyak dikerjakan dirumah, namun dengan berbagai tekanan kehidupan.

Meskipun diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Khatimah, bahwa dari data yang ada tidak terjadi kenaikan, namun resiko terjadinya KDRT terus mengintai.

“Melihat situasi yang ada, rentan sekali anak dan perempuan menjadi korban KDRT,” ujarnya Kepada Abdi Persada FM, Jum’at (15/5) di ruang kerjanya.

Dirincikan Husnul, beberapa faktor penyebabnya adalah, banyak keluarga yang tertekan secara emosional terhadap pandemi ini, secara psikologis mengenai tingginya kekhawatiran, dan yang paling berpengaruh adalah pada faktor ekonomi.

“Penghasilan berkurang bahkan sampai di PHK, membuat tekanan akan semakin meningkat, padahal kan seharusnya rumah menjadi tempat paling aman, tetapi malah bisa menjadi tempat yang paling tidak aman,” jelasnya.

Sehingga dikatakan Husnul, Kantor Staf Presiden, bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Kesehatan, telah meluncurkan Layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA),  sebagai wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan edukasi, konsultasi dan pendampingan, khususnya terkait masalah perempuan dan anak di tengah pandemi Covid-19.

Layanan SEJIWA.

“Jadi untuk bisa mendapatkan bantuan Relawan Psikologi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), cukup menghubungi 119 kemudian tekan 8,” paparnya.

Husnul menambahkan, sebelumnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga telah meluncurkan gerakan #BERJARAK (Bersama Jaga Keluarga Kita) sebagai acuan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Adapun 10 aksi gerakan #BERJARAK, yaitu #1¬† tetap di rumah; #2 hak perempuan dan anak terpenuhi; #3 alat perlindungan diri tersedia; #4 jaga diri, keluarga dan lingkungan; #5 membuat tanda peringatan; #6 menjaga jarak fisik; #7 mengawasi keluar masuk orang dan barang; #8 menyebarkan informasi yang benar; #9 aktivasi media komunikasi online; dan #10 aktivasi rumah rujukan,” bebernya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?