28 Oktober 2021

Pemprov Kalsel Jamin Anggaran Rp200 M Aman Sampai Desember

2 min read

Kepala Bidang Anggaran Bakeuda Prov. Kalsel, Agus Dyan Nur.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjamin, untuk anggaran sebesar Rp200 miliar khusus penanganan COVID-19 di Kalimantan Selatan dipastikan bakal bertahan sampai dengan Desember 2020. Bahkan, melalui alokasi dana penyesuaian masing-masing SKPD yang digelontorkan pihaknya diprediksi cukup dalam melakukan pencegahan pandemi tersebut.

Kepala Bidang Anggaran Bakeuda Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Dyan Nur mengatakan anggaran sebesar Rp200 miliar telah digelontorkan pihaknya khusus untuk penanganan dan pencegahan COVID-19 di Kalimantan Selatan. Dimana anggaran tersebut juga telah diterima sepenuhnya oleh tim Gugus Tugas Provinsi Kalimantan Selatan.

“Untuk anggaran Rp200 miliar kami prediksikan aman hingga Desember 2020. Disamping itu alokasi dana Bansos juga sudah diturunkan GTPP COVID-19 ke masyarakat sebesar Rp19 miliar,” ujar Agus diruang kerjanya, Kamis (14/5).

Ia juga mengungkapkan dana alokasi penyesuaian dari masing-masing SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah mencukupi untuk menanggulangi bencana non alam ini.

“Jadi, dana alokasi penyesuaian dari SKPD kami manfaatkan khusus untuk penanganan saja,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ia membeberkan khusus pengadaan alat baru bagi SKPD yang menganggarkan di 2020 terpaksa harus tertunda sampai pandemi COVID-19 berakhir.

“Untuk sementara ini bidang anggaran sedang fokus merefusing khusus penanganan pandemi COVID-19 di Kalimantan Selatan, namun apabila sudah berakhir, pengajuan fasilitas dari SKPD bisa di 2021 nanti,” bebernya.

Ia menyebutkan anggaran dari Rp200 miliar yang dikhususkan untuk COVID-19 juga masih menyisakan beberapa kas daerah apabila terjadi kekurangan, sehingga pihaknya juga sudah bisa mengantisipasi kedaruratan yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.

“Yang pasti, anggaran yang sudah dikucurkan bidang anggaran sebesar Rp200 miliar ke Pemerintah dipastikan cukup sampai akhir tahun,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Ia menjelaskan bahwa anggaran yang dipakai untuk penanganan COVID-19 lebih banyak menggunakan alokasi dana Umum (DAU) melalui APBN khusus penanganan wabah virus Corona dari Kementerian Keuangan RI yang setengahnya juga lewat APBD Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami sudah turunkan anggaran ini ke tim Gugus Tugas Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kementerian Keuangan RI, tetapi setengahanya menggunakan APBD Provinsi untuk menutupinya,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?