20 Oktober 2021

Disdikbud Kalsel Berikan Regulasikan 15 Persen Untuk Peserta Didik Baru Kurang Mampu

2 min read

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalsel, HM Yusuf Effendi.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan khusus untuk jalur regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi yang kurang mampu atau miskin akan mendapatkan porsi alokasi bersekolah dengan persentasi sebesar 15 persen.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, HM Yusuf Effendi, untuk sistem penerimaan jalur PPDB yang akan dilaksanakan pada Juni – Juli 2020 dengan tiga kategori dan presentasi, yakni jalur berprestasi (30 persen), kurang mampu (15 persen) dan peserta didik pindahan (5 persen) jika ditotalkan menjadi 50 persen.

“Sesuai regulasi yang telah ditetapkan melalui permendikbud RI bahwa untuk penerimaan peserta didik baru sudah ditetapkan seperti itu dengan sistem zonasi,” ujar Kadisdikbud Kalsel, HM Yusuf Effendi kepada Abdi Persada FM diruang kerjanya, Senin (4/5).

Selanjutnya, Ia mengungkapkan untuk porsi alokasi peneriman khusus bagi peserta didik yang kurang mampu bisa menggunakan bantuan dari Pemerintah pusat dan telah terdaftar. Maka, pihak sekolah juga berkewajiban membantu.

“Bagi yang kurang mampu bisa menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) karena dari dua bantuan ini sudah dipastiakn bahwa mereka perlu dibantu,” ungkap Yusuf.

Lebih lanjut disampaikan Yusuf terkait pendaftaran untuk tahun ini, Pemerintah Provinsi yang masih mengacu pada Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) tetap memberikan kepastian bagi calon peserta didik yang kurang mampu untuk bisa bersekolah dengan harapan jenjang tersebut sampai ke tingkat menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK).

“Harapan kami dengan sistem ini semoga bisa membantu agar pendidikan bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat,” harapnya.

Kendati demikian, Ia menyebutkan selain bisa menggunakan dua program bantuan Pemerintah pusat, apabila memang masuk kategori kurang mampu maka juga dapat mengajukan dengan program lainnya, sehingga orang tuanya pun dapat menyekolahkan anaknya sesuai bidang kreatifitas dan inteklualnya.

“Menurut hemat saya selain dua program ini apabila ada yang lain juga masuk sebagai bantuan khusus bagi masyarakat kurang mampu berarti bisa dijadikan acuannya untuk mendaftarkan anak bersekolah di negeri dengan catatan sistemnya zonasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selama masa pandemi COVID-19 pihaknya akan segera membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem online pada awal Juni mendatang hingga berakhir pada Juli 2020 dan tidak melayani secara manual. Bahkan, khusus bagi peserta didik yang kurang mampu selama memiliki dua program dari Pemerintah pusat yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH), orang tuanya masih bisa menyekolahkan anaknya sampai ditingkat SMA/SMK di wilayah Kalimantan Selatan. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?