19 Oktober 2021

Guru Peduli Tukang Becak Terdampak Corona

2 min read

Suasana penyerahan bantuan paket sembako dan masker gratis.

BANJARMASIN – Wabah Virus Corona belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Sementara dampak ‘tragedi kemanusiaan’ ini sudah sangat dirasakan terutama masyarakat kalangan menengah kebawah. Diantaranya yang berprofesi sebagai penarik becak dan ojek pangkalan. Terlebih mereka yang biasa mangkal dilingkungan sekolah merasakan kesulitan untuk bertahan hidup. Akibat tak mendapatkan penghasilan setelah seluruh siswa ‘dirumahkan’.

Kondisi “tragis” para penarik becak dan ojek pangkalan ini mendapatkan empati dari Dewan Guru, Staf dan Wali Murid Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Banjarmasin. Sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban hidup mereka, pihak MTsN 2 Banjarmasin memberikan bantuan bahan pokok berupa beras, telur, gula, teh, mie instan dan lainnya, Rabu (22/4).

Sebanyak 92 bingkisan diserahkan secara cuma-cuma secara bergilir dengan mengikuti SOP Covid 19 yaitu social distancing atau jaga jarak. Mereka juga diberikan bantuan masker sebagai alat pelindung diri selama beraktivitas di luar rumah.

Kepala MTsN 2 Banjarmasin, Riduansyah mengatakan naluri kemanusiaan para guru, staf dan orang tua murid tersentuh menyaksikan kondisi para penarik becak dan ojek pangkalan di sekitar sekolah mereka karena terdampak langsung atas wabah corona ini.

“Apalagi pemerintah kota dalam waktu dekat akan memberlakukan PSBB. Hal ini akan semakin membuat mereka kesulitan. Sehingga para guru, staf dan orang tua siswa merasa tersentuh dan mengumpulkan uang yang dibelikan paket sembako dan lain-lain untuk tukang becak dan ojek di sekitar sekolah kami,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah penarik becak mengatakan selama masa siswa belajar di rumah, mereka tak mendapatkan penghasilan. Karena selama ini, para anak didik dan guru menjadi sumber rezeki utama. Sedangkan di luar sekolah tetap tak mendapatkan penumpang. Menyusul masyarakat tak banyak bepergian dan memilih berdiam diri dirumah saja.

“Saya sangat senang menerima bantuan ini sangat membantu untuk sementara waktu,” kata Udin, salah satu penarik becak.

Mereka berharap wabah ini segera berlalu sehingga bisa kehidupan bisa kembali normal.

Disisi lain, pihak MTs Negeri 2 Banjarmasin menyebutkan meski para siswa ‘dirumahkan’, pelajaran sekolah tetap berjalan sesuai dengan program pemerintah. Pihaknya tak bisa memastikan kapan proses belajar mengajar bisa kembali dilaksanakan di sekolah seperti sedia kala karena mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?