25 Oktober 2021

170 Ribu KK di Kalsel, Bakal Dapat BLT Selama Pandemi COVID 19

2 min read

Kadinsos Kalsel.

BANJARMASIN – Tidak dapat kita pungkiri, bahwa pandemi COVID 19 yang kini sudah menyebar diseluruh wilayah Indonesia, membawa dampak yang sangat besar terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Terutama mereka yang selama ini memang hidup di bawah garis kemiskinan, dan hidup pas-pasan tanpa memiliki simpanan uang atau tabungan sama sekali. Khususnya mereka yang bekerja di sektor non formal, dimana sebagian besar harus rela kehilangan sebagian besar penghasilan hariannya karena berkurangnya pelanggan atau permintaan barang dan jasa mereka, atau kehilangan pekerjaan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaannya akibat alami masalah keuangan atau kebangkrutan. Pemerintah Pusat mendata, setidaknya ada 9 juta lebih keluarga di Indonesia, yang terkena dampak akibat pandemi COVID 19 ini, termasuk di Kalimantan Selatan. Karena itulah, kemudian pemerintah memberikan bantuan bagi mereka selama 3 bulan pada masa pandemi ini, agar mereka dapat bertahan hidup dan dapat melalui kondisi ini dengan tenang.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, terdata ada 170.000 keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat tersebut. Hal itu seperti disampaikan kepala Dinas Sosial Kalimantan Selatan Siti Nuryani kepada wartawan, pada Jum’at (17/4) usai membagikan nasi bungkus di depan kantornya jalan R Suprapto Banjarmasin.

“Alhamdulillah Kalimantan Selatan juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial itu. Tercatat ada 170 ribu keluarga penerima manfaat, yang akan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama 3 bulan dari pemerintah. Setiap bulan mereka menerima dana itu sebesar 600 ribu rupiah,” jelas Siti.

Lebih lanjut Ia mengatakan, paket bantuan ini seharusnya juga ada dalam bentuk sembako. Namun itu khusus untuk daerah Jabodetabek. Sedangkan daerah yang jauh dari ibukota negara, mendapatkan kompensasi berupa BLT secara keseluruhan.

“Penyaluran bantuan nanti akan dilaksanakan melalui rekening masing-masing penerima. By name by address. Kan mereka sudah terdata di data terpadu kesejahteraan sosial,” tambahnya.

Sementara untuk masyarakat Kalsel yang belum termasuk dalam DTKS, namun rentan dan rawan miskin akibat pandemi COVID 19 ini, tetap akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Kita sudah mendata masyarakat rawan dan rentan miskin yang terkena dampak Corona ini. Pada tahap awal pendataan, setidaknya ada 5.000 kepala keluarga yang akan kita bantu dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi, selama masa pandemi ini,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?