16 Oktober 2021

7 PDP Negatif, 6 Masih Jalani Perawatan

2 min read

Juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel saat memberikan keterangan persnya.

BANJARBARU – Hingga Jum’at (27/3), tercatat ada 6 pasein dalam pengawasan (PDP) yang masih harus menjalani perawatan di rumah isolasi Bougenville RSUD Ulin Banjarmasin. Mereka adalah Ulin 9, 10, 11, 12, 13 dan Ulin 14. Kondisi mereka beragam, namun dipastikan mulai membaik meski beberapa diantaranya masih dalam kondisi fisik yang lemah. Sedangkan Ulin 1 sebagai pasien terkonfirmasi positif Corona, juga masih menjalani perawatan meski kondisinya membaik dan stabil. Dengan begitu, total pasien yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Ulin adalah sebanyak 7 orang, setelah pada Kamis sore (26/3) satu lagi PDP dinyatakan negatif, yakni Ulin 8, dan diperkenankan pulang.

Juru bicara gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan (P3) COVID 19 Kalimantan Selatan Muhammad Muslim menyampaikan, sehari sebelumnya pada Rabu (25/3), satu pasien Ulin 7 juga sudah mendapatkan hasil uji sampelnya, yakni negatif. Pasien Ulin 7 langsung diperbolehkan pulang setelah mendapat hasil itu.

“Jadi yang saat ini masih menjalani perawatan di Ulin ada 6 PDP, dan satu terkonfirmasi positif. Meski diakui untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang justru mengalami peningkatan setiap harinya. Hingga Jum’at pagi (27/3) pukul 10.00 WITA, jumlah ODP sudah mencapai 931 orang,” jelasnya.

Muslim mengatakan, peningkatan jumlah ODP ini tidak lepas dari gigihnya upaya para petugas kesehatan di 13 kabupaten/kota, untuk menelusuri orang-orang yang pernah melakukan perjalanan ke luar daerah, terutama daerah endemik. Selain itu, kesadaran mereka sendiri untuk melaporkan diri melalui pusat informasi atau call center yang sudah disebar hingga ke seluruh daerah di Kalsel. ODP ini masing-masing menjalani karantina mandiri selama 14 hari, dengan pemantauan dari para petugas kesehatan. Langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi kemungkinan mereka positif COVID 19.

“Rapid test saat ini sudah tiba di Kalsel, dan ODP ini menjadi salah satu yang masuk prioritas untuk diperiksa terlebih dulu, terutama yang mengalami gejala klinis seperti demam dan gangguan pernafasan. Termasuk juga pada tenaga medis di rumah sakit rujukan dan juga PDP yang belum diambil sampelnya,” urai lelaki yang juga menjabat sebagai kepala dinas kesehatan provinsi Kalsel tersebut.

Lebih lanjut Muslim meyakinkan, proses pemakaian rapid test bagi kalangan prioritas tadi akan segera dilaksanakan. Namun saat ini tim laboratorium yang tergabung dalam gugus tugas, masih menyusun protokol penggunaannya, agar tidak menimbulkan kerumunan dan seluruh kalangan prioritas mendapatkan alat ini. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?