16 Oktober 2021

APD Sudah Datang, Rapid Test Menyusul Kemudian

2 min read

Ketua gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel (kiri rompi coklat) saat menerima APD bantuan gugus tugas COVID 19 nasional dari danrem 101/Antasari (kanan seragam tentara) pada Rabu malam (25/3) di bandara Syamsudin Noor.

BANJARBARU – Kabar gembira bagi para tenaga medis, yang berada di garda terdepan dalam peperangan melawan virus Corona ini. Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat melindungi mereka dari tertular virus asal Wuhan ini, sudah dibagikan pemerintah pusat ke seluruh daerah dengan kasus Corona didaerahnya masing-masing. Termasuk Kalimantan Selatan. Dimana kedatangan APD sebanyak 2.000 buah itu, disambut langsung ketua gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan (P3) COVID 19 Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie, di bandara Syamsudin Noor pada Rabu malam (25/3) sekitar jam 19.45 WITA. APD yang dibawa oleh pesawat Hercules tersebut, diserahkan secara simbolis oleh danrem 101/Antasari Banjarmasin Moch Syech Ismed kepada ketua gugus tugas, dan disaksikan sejumlah unsur Forkopimda Kalsel. Diantaranya ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel dan danlanud Syamsudin Noor.

Ketua harian gugus tugas COVID 19 Kalsel (tengah) menyerahkan APD kepada perwakilan rumah sakit rujukan COVID 19 Kalsel pada Kamis pagi (26/3).

Pada keterangan persnya Rabu sore (25/3), ketua harian gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel Wahyuddin menyampaikan, kedatangan APD ini merupakan kelanjutan dari kedatangan sebelumnya, sebanyak 30 pieces, yang langsung diserahkan ke RSUD Ulin Banjarmasin sehari sebelumnya.

“APD ini kita prioritaskan untuk tenaga medis, yang merawat pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien terkonfirmasi positif di rumah sakit rujukan. Saat ini baru RSUD Ulin Banjarmasin yang sudah merawat PDP dan pasien positif,” jelas lelaki yang juga kepala BPBD Kalsel tersebut.

Selain APD, menurut Wahyuddin, pihaknya juga sudah menyerahkan dana insentif bagi tenaga medis yang sudah bertugas dengan maksimal selama merebaknya kasus ini. Insentif dalam bentuk uang tunai bagi 60 orang tenaga medis tersebut, merupakan salah satu wujud perhatian gubernur Kalsel Sahbirin Noor, kepada mereka yang selama ini berperan besar membantu pencegahan, pengendalian, dan penanganan COVID 19.

“Alhamdulillah dana insentif untuk 60 orang tim medis penanganan Corona di RSUD Ulin telah diserahkan. Uangnya akan kami bayarkan hari ini,” tutur wadir umum dan keuangan RSUD Ulin Banjarmasin  Muhammad Syah Jehan, pada Kamis pagi (26/3).

Syah Jehan mengatakan, sesuai peruntukannya, uang itu akan dibayarkan kepada 60 orang tenaga medis, baik dokter, perawat, petugas kebersihan, dan staf pengadministrasi.

“Masing-masing akan menerima insentif sebesar 155.000 rupiah per hari, terhitung dari 20 Maret hingga 14 hari ke depan.

Pemberiaan insentif tersebut akan diperpanjang, jika kasus COVID 19 di Kalsel masih belum tuntas,” jelasnya lagi.

Sementara itu, juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel Muhammad Muslim memastikan, bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, provinsi ini juga akan menerima kiriman alat tes cepat atau rapid test COVID 19. Dimana alat ini diprioritaskan untuk orang dalam pemantauan (ODP) dengan gejala demam atau gangguan pernafasan, serta memiliki riwayat melakukan perjalanan ke daerah endemik.

“Kita sudah koordinasi dengan salah satu bidang di kementrian kesehatan yang mengurusi masalah ini, dipastikan rapid test untuk Kalsel sudah dalam proses pengiriman. Insya Allah akan ada 2.400 rapid test yang dikirim ke Kalsel,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?