25 Oktober 2021

Dampak Corona, DPRD Kalteng Alihkan Kunker ke Kalsel

2 min read

(Ki-ka) Ketua Komisi III DPRD Kalsel Sahrujani, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng Abdul Razak dan Ketua DPRD Kalsel Supian HK.

BANJARMASIN – Dampak wabah Virus Corona sudah membayangi semua sendi kehidupan. Tak hanya sosial kemasyarakatan, tapi agenda pemerintahan pun ikut terganggu. Termasuk kegiatan studi komparasi dan kedinasan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Karena nyaris semua Provinsi di Jawa – Bali menerapkan “Lockdown”, Wakil Rakyat Tambun Bungai terpaksa mengalihkan kunjungan kerja ke Kalsel, Kamis (19/3).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Razak mengatakan sebelumnya pihaknya sudah mengagendakan studi komparasi ke Jawa dan Bali, namun akibat wabah Virus Covid 19, hal itu urung dilaksanakan. Tapi demi keberlangsungan tugas kedinasan, mereka terpaksa mengalihkan tujuan daerah kunjungan.

“Kami memilih Kalsel menjadi tujuan alternatif karena memiliki karakter daerah dan masyarakat yang hampir sama. Selain juga jaraknya yang tak terlalu jauh dan masih bertetangga. Juga memiliki hubungan emosional karena Kalteng merupakan Provinsi pemekaran Kalsel,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut Razak, secara subtansi kunjungan, di Kalsel memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanganan Permukiman Kumuh. Sehingga persoalan prinsip ini lah, lanjutnya yang menjadi keutamaan tujuan kunjungan.

Meski penyebaran virus Corona begitu massif di Indonesia, tapi Razak bersyukur hingga saat ini di Kalteng dan Kalsel belum ditemukan kasus positif. Pihaknya optimis masyarakat kedua Provinsi bersaudara ini tidak mengalami kepanikan menyikapi wabah ini. Walau demikian, ia mengharapkan semua pihak bekerjasama dalam penanganannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengaku virus Corona tak seharusnya disikapi dengan kepanikan. Ia justru lebih mengkhawatirkan “wabah” Narkoba yang meneror Banua.

“Terbukti dengan hasil pengungkapan 200 kilogram lebih sabu-sabu dan ekstasi beberapa waktu lalu yang masuk ke Kalsel. Jika sempat beredar, mungkin dua juta generasi muda Banua berpotensi terpapar Narkoba. Tapi beruntung bisa digagalkan,” jelasnya.

Namun Politisi Senior Partai Golkar ini menegaskan virus Covid-19 tetap harus ditanggulangi. Bahkan ia sepakat jika Kalsel memiliki peralatan deteksi virus dan laboratorium tes agar lebih mudah dalam mencegah dan mengatasinya.

“Kami siap support penganggaran apabila Pemprov mewacanakannya, ” pungkasnya. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?