20 Oktober 2021

Peringati 20 Tahun Ombudsman, 10 Instansi di Kalsel Dapat Penghargaan Pelayanan Publik

2 min read

Para penerima penghargaan dari Ombudsman RI perwakilan Kalsel berfoto bersama usai acara pada Selasa (10/3).

BANJARMASIN – Sejatinya pemerintahan yang baik, adalah yang pemerintahan yang sudah memberikan  pelayanan maksimal kepada para warganya. Mulai dari pelayanan kedokumenan seperti KTP, akta kelahiran dan sertifikat tanah, hingga pelayanan berupa jaminan mendapatkan fasilitas yang memadai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya keberadaan perpustakaan yang nyaman, fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau dan ramah pelayanannya, serta fasilitas angkutan umum yang ramah lingkungan serta nyaman dan murah. Semua itu merupakan bagian dari pelayanan publik, yang tentunya akan mendapat penilaian baik atau buruk dari masyarakat. Kemudian siapa yang akan menampung penilaian masyarakat itu. Ombudsman RI tentunya!

Nah, pada peringatan 20 tahun hari kelahiran lembaga ini, maka Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Selatan pun memberikan sejumlah penghargaan kepada 10 instansi pemerintahan di wilayah Kalimantan Selatan. Pemberian penghargaan dilaksanakan di Plaza Smart City lantai 3 Menara Pandang Banjarmasin, pada Selasa (10/3). Penyerahan dilakukan langsung kepala Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Selatan Nurholis Majid, kepada 10 instansi penerima. Diantaranya dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi Kalsel yang diterima langsung kepala dinasnya, pemerintah kabupaten Barita Kuala yang dihadiri langsung bupatinya, serta pemerintah kota Banjarbaru yang juga dihadiri langsung walikotanya.

Walikota Banjarbaru (kanan) saat menerima penghargaan dari kepala Ombudsman RI perwakilan Kalsel (kiri) pada Selasa (10/3).

“Hari ini memperingati dua dekade keberadaan Ombudsman RI, kami ingin memberikan apresiasi kepada 10 instansi yang kami nilai pioneer, inovatif, responsif dan partisipatif dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik di Kalimantan Selatan,” jelas kepala Ombudsman RI perwakilan Kalsel Nurholis Majid kepada wartawan, usai memberikan penghargaan.

Nurholis menambahkan, bahwa penilaian tersebut berdasarkan laporan pengaduan yang disampaikan masyarakat melalui Ombudsman.  Selain itu, juga melalui kegiatan mystery shopping atau kunjungan langsung oleh Ombudsman RI ke tempat-tempat pelayanan tersebut.

“Tentunya kami melakukan kunjungan secara diam-diam, bahkan menyamar sebagai masyarakat pengguna layanan. Hal ini untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan sudah benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat. Contohnya dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi. Kami mendatangi tempat itu secara diam-diam, dan melihat secara langsung bagaimana kemajuan dan perubahan yang sudah dilakukan perpustakaan milik pemerintah provinsi tersebut,” urai Nurholis.

Bupati Batola (kanan) saat menerima penghargaan dari kepala Ombudsman RI perwakilan Kalsel (kiri) pada Selasa (10/3).

Diantara 10 instansi penerima penghargaan dari Ombudsman RI perwakilan Kalsel pada Selasa (10/3), ada 3 yang cukup menonjol karena dihadiri langsung unsur pimpinan tertinggi. Yakni dinas perpustakaan dan kearsipan daerah provinsi Kalsel, yang mendapatkan penghargaan pelayanan publik inovatif. Kemudian ada pemerintah kabupaten Batola, sebagai pioneer mal pelayanan publik di Kalsel, dan juga pemerintah kota Banjarbaru dengan kategori pioneer penerapan SP4N-LAPOR di Kalsel dan partisipasi masyarakat dalam penyusunan SPP. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?