19 Oktober 2021

Jika Kajian Matang, Pemekaran Kotabaru Siap Difasilitasi

3 min read

BANJARBARU – Wacana pemekaran Kotabaru, sudah lama mencuat, tepatnya sejak Agustus 2015 lalu. 12 Kecamatan di kabupaten tersebut telah mengajukan usulan pemekaran, diantaranya adalah Kecamatan Kelumpang Selatan, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kelumpang Hulu, Kelumpang Tengah, Kelumpang Utara, Kelumpang Barat, Sungai Durian, Pamukan Selatan, Pamukan Utara, Pamukan Barat, Hampang dan Sampanahan.

Menurut Ketua Tim Kambatang Lima yang merupakan Perwakilan dari masyarakat setempat, Bahrudin, dalam program Topik Kita Hari Ini edisi Selasa (10/3) yang mengangkat tema “Akankah Kotabaru Dimekarkan?”, melalui sambungan telepon mengatakan alasan keinginan pihaknya melakukan pemekaran. Disampaikannya, karena kondisi infrastruktur hampir 80 persen sangat jauh tertinggal. Lainnya lagi dari sisi pelayanan masyarakat, seperti pengurusan administrasi kependudukan dan perizinan, memerlukan waktu relatif lama untuk sampai ke pusat Pemerintahan, dan itupun tentu memerlukan biaya.

Bahrudin juga menyampaikan, jumlah tim yang dimiliki dalam koordinasi pemekaran selain presidium, pihaknya juga membentuk jejang ke bawah, yaitu koordinator Kecamatan dan koordinator wilayah dengan menggandeng sebanyak 109 desa. Inilah menurutnya yang mendorong perjuangan mereka ingin dimekarkan.

“Kami optimis akan disetujui Pemerintah Pusat, kalau didukung penuh dari kalangan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Legislatif Provinsi Kalsel dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, karena DPRD Kabupaten Kotabaru sudah menyetujui,” ucapnya.

Dalam program ini pula Bahrudin menjelaskan, setelah dimekarkan nanti, wilayahnya tidak akan menjadi daerah tertinggal, karena memiliki sumber daya alam yang besar, mempunyai sumber daya manusia yang potensial untuk mengembangkan pembangunan, bahkan setelah kebijakan Pemerintah Pusat memindah Ibukota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur, otomatis menjadi penyangga Ibukota Negara.

“Setelah melalui pembahasan panjang, akhirnya rencana pemekaran Kabupaten Kotabaru, sudah mendapat persetujuan dari DPRD Kotabaru, ini artinya perjuangan tidak sia-sia, namun masih panjang untuk menuju keinginan dalam merealisasikan pemekaran tersebut,” jelasnya lagi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Mukhni.

Menanggapi hal itu, pada kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Mukhni membenarkan, setelah melalui rapat paripurna, dan adanya pemandangan umum fraksi yang digelar pada Senin (9/3) kemarin, 8 Fraksi Dewan Kabupaten Kotabaru, menyatakan telah mensetujui daerah tersebut dimekarkan. Alasan persetujuan dari kalangan legislatif dalam pemekaran, untuk memudahkan masyarakat dalam pelayanan membuat KTP dan juga kesehatan, selain itu karena menjadi jalan poros utama ke Ibukota nantinya, otomatis infrastruktur menjadi prioritas dalam pembangunan.

“Setelah dimekarkan, kami optimistis masyarakatnya akan mandiri, dan akan maju seperti Kabupaten Tanah Bumbu,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi. Menurutnya, saat ini Kotabaru merupakan salah satu Kabupaten, dengan luasan wilayahnya mencapai hampir seperempat daerah Kalimantan Selatan. Selain itu pihaknya sudah mengetahui aspirasi ini dan sempat melakukan pemantauan ke lapangan. Memang menurut Paman Yani (sapaan akrabnya) kondisi geografisnya perlu ada percepatan pembangunan, demi kesejahteraan masyarakat di sana.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi.

Namun karena adanya moratorium di Kemendagri, dijelaskan Paman Yani, Pemerintah Pusat sampai saat ini masih tetap memberlakukan moratorium pemekaran daerah, yang bertujuan agar pemekaran sebuah daerah tidak asal dimekarkan. Tapi harus dikaji dan telaah dengan mendalam. Dengan demikian semuanya perlu melakukan proses dan pengkajian yang matang, dan masyarakat diminta untuk bersabar.

“Memang di 12 Kecamatan yang ingin dimekarkan, hal ini karena pengembangan pembangunan tidak merata. Walau dari segi luasan, kabupaten ini besar, tapi kondisi APBD di Kabupaten Kotabaru tidak besar,” tuturnya.

Sehingga, menurut Paman Yani, langkah dari Pemerintah Kabupaten menaikkan pendapatan asli daerah, melalui  kepariwisataan dan dibidang kelautan dan perikanan, merupakan suatu cara memenuhi untuk penanganan pembangunan agar tercipta pemerataan di semua wilayah.

“Secara pribadi mendukung saja keinginan dari 12 Kecamatan yang ingin dimekarkan, namun perlu kajian secara komprehensif, agar setelah terjadi pemekaran, Kabupaten yang baru tidak menjadi daerah tertinggal, dan Kabupaten yang ditinggalkan jangan sampai menjadi daerah yang tidak maju, kami tidak ingin itu terjadi ke depannya, sehingga perlu proses yang tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Said Akhmad. Menurutnya Pemerintah Daerah setempat, siap mendukung rencana pemekaran, karena tujuannya untuk percepatan  pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat.  Namun tetap diperlukan adanya kajian teknis yang matang, dengan cara menjalin kerjasama pihak Universitas Lambung Mangkurat, dilihat kembali kelayakan usulan, dan menilai nantinya daerah yang ditinggalkan, jangan sampai menjadi tidak berkembang, sehingga masyarakat yang ingin dimekarkan, diharapkan untuk bersabar menunggu, pihaknyapun akan terus memberikan kinerja terbaik bagi semua lapisan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, Said Akhmad.

“Kesiapan anggaranpun perlu dibahas lebih detail lagi, baik dari APBD Perubahan maupun APBD Murni,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Kabupaten Kotabaru, mendatangi Siring Laut Kotabaru, pada Senin (24/2) lalu  mereka berasal dari 12 kecamatan, yang menuntut pemekaran dan menamakan daerahnya dengan nama Tanah Kambatang Lima, Nama ibu kotanya Banua Raya, dengan semboyannya “Serumpun” yaitu Serasi, Ruhui Menawan, Pantang menyerah dan Rukun. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?