16 Oktober 2021

Operasi Antik Intan, Ditresnarkoba Polda Kalsel Tangkap 370 Tersangka Narkoba

2 min read

Direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel (baju putih paling depan) saat berbincang dengan tersangka narkoba hasil OPS Antik Intan 2020, pada Senin (9/3).

BANJARMASIN – Selama 14 hari mulai 21 Februari hingga 5 Maret 2020, jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan menggelar Operasi Antik Intan 2020 di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Hasilnya, sebanyak 370 tersangka berhasil diamankan, dengan temuan barang bukti narkoba hingga seberat 7 kilogram lebih. Diantaranya berupa 7,4 kilogram sabu, Carnophen 2.793 butir, happy five 1.000 butir dan daftar G 10.025 butir. Dari ratusan tersangka yang berhasil diamankan, sayangnya seorang diantaranya ternyata masih berstatus anak berusia 16 tahun. GR (16) bersama temannya MM (20) tertangkap tangan membawa barang bukti sabu,  seberat 4,97 kilogram pada Senin (2/3). Mereka berdua, diketahui merupakan kurir yang dikendalikan jaringan Lapas Cipinang.

Para tersangka yang berhasil tertangkap saat OPS Antik Intan 2020.

“Mereka ditangkap sekitar pukul 20.30 WITA di kawasan pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Penangkapan ini berdasarkan informasi, bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dalam jumlah besar dari Jakarta ke Surabaya, yang selanjutnya dibawa ke Banjarmasin menggunakan KM Kirana IX. Kemudian kami amankan GR dan MM, keduanya warga Jakarta,” ujar direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel Iwan Eka Putra saat konferensi pers hasil pengungkapan operasi Antik Intan 2020 di mapolda Kalsel, Senin (9/3).

Direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel (baju putih pegang mikrofon) saat konferensi pers di mapolda Kalsel pada Senin (9/3).

Direktur Ditresnarkoba  yang baru bertugas di Polda Kalsel ini menambahkan, bahwa GR mengaku sudah menjadi kurir narkoba sejak tahun 2019, dan sudah 3 kali bolak-balik ke Banjarmasin. Barang haram yang dibawanya, diakui dibawa ke Banjarmasin dan Banjarbaru.

“Akan kita dalami kasus ini, sebab ini mengindikasikan bahwa Kalsel sudah menjadi daerah jalur distribusi narkoba, bukan hanya transit.  Kita harus menjaga dan memblok agar pintu masuk, termasuk dari Kalimantan Barat dan Entekong tidak masuk ke Kalsel,” ujarnya.

Iwan memastikan, para tersangka narkoba yang berhasil diamankan selama operasi Antik Intan 2020, terancam hukuman  hukuman penjara di atas 5 tahun dan maksimal hukuman mati, sesuai dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika.

“Khusus untuk tersangka anak itu, tetap akan kita proses. Namun kita akan melakukannya dengan cepat dan secara tertutup, karena itu aturannya. Mengingat tersangka yang masih berstatus di bawah umur,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?