20 Oktober 2021

Punya NPWP? Segera Laporkan SPT Tahunan

2 min read

Suasana Dialog.

BANJARBARU – Program “Dialog Persada” Bertajuk Banjarbaru Lebih Baik yang merupakan kerjasama pemko Banjarbaru dengan Abdi Persada FM, edisi Rabu (4/3) mengangkat tema SPT Tahunan 2019. Hadir sebagai narasumber, dalam program yang dipandu Rini Maskanari sebagai Host ini, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Banjarbaru, Muhammad Na’im Amali dan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi 1, Judi Prajitno.

Disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banjarbaru, Muhammad Na’im Amali,  Surat Pemberitahuan Pajak atau SPT tahunan, merupakan laporan pajak bagi yang sudah memiliki NPWP yang disampaikan satu tahun sekali (tahunan), baik wajib pajak badan maupun orang pribadi, yang berhubungan dengan perhitungan dan pembayaran pajak penghasilan, objek pajak penghasilan, dan/atau bukan objek pajak penghasilan, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan peraturan pajak untuk satu tahun, atau bagian dari tahun pajak.

“SPT Tahunan, biasanya terhitung di bulan Januari sampai Desember. Nah untuk tahun 2019, maka Awal Tahun 2020 hingga akhir Maret 2020, merupakan batas waktu pelaporannya,” ucapnya.

Melanjutkan paparan Kepala KPP Pratama Banjarbaru, Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi, Judi Prajitno menjelaskan bagi karyawan yang memiliki NPWP harus melaporkan SPT Tahunan,  biasanya gaji yang sudah dipotong sesuai pajak penghasilan atau PPH 21, akan ada bukti potong dari bendahara. Apakah itu masuk di A1 atau A2.

“Bagi karyawan yang penghasilan perbulannya dibawah 4,5 juta rupiah, maka penghasilannya tidak kena pajak, namun diatas 4,5 juta akan ada pemotongan 5 persen. Namun tetap saja keduanya, wajib dilaporkan SPT Tahunannya,” katanya.

Selain  itu, Judi Prajitno menyampaikan, cara untuk melaporkan SPT Tahunan, ada tiga formulir, masing masing berbeda dalam pengisiannya. Untuk jenis formulir 1770 SS diperuntukan bagi karyawan yang penghasilannya dalam satu tahun tidak lebih dari Rp60 juta. Kemudian bagi yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp 60 juta per tahun nomor formulirnya 1770 S. Selanjutnya bagi usahawan atau pekerjaan bebas seperti dokter, konsultan, dan notaris, formulirnya 1770.

“Masyarakat jangan sampai salah dalam melakukan pengisian karena ada 3 formulir yang berbeda-beda,” tuturnya.

Judi Prajitno menambahkan, cara menyampaikan laporan SPT tahunan ini ada 3 cara. Bisa langsung ke kantor pajak, melalui ekspedisi, dan yang paling simple lewat online.

“Cukup mengunduh di handphone masing-masing, website dengan alamat www.wajibpajak.go.id. Masyarakat bisa langsung melakukan pengisian formulir secara online. Namun untuk cara ini, harus memiliki nomor Electronic Filing Identification Number atau EFIN.

“EFIN ini adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak,  kepada Wajib Pajak yang melakukan Transaksi Elektronik dengan Direktorat Jenderal Pajak, nomor ini sebagai syarat yg identifikasi. Untuk mendapatkannya, yang bersangkutan harus datang langsung ke kantor pajak, cukup sekali saja, dapat digunakan selamanya,” bebernya.

Sesi terakhir dialog, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banjarbaru, Muhammad Na’im Amali, mengharapkan bagi masyarakat yang sudah memiliki NPWP, segera melaporkan SPT tahunannya. Karena menurut Na’im Amali, jika lewat batas yang ditentukan maka wajib pajak akan dikenakan sanksi berupa denda.

“SPT tahunan ini, untuk kepemilikan NPWP pribadi, paling lambat 31 Maret 2020, sedangkan bagi Perusahaan diberi batasan waktu hingga 30 april 2020,” ujarnya. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?