16 Oktober 2021

Kalsel Akan Tingkatkan Promosi Untuk Capai Target Investasi

3 min read

Kepala Dinas PM-PTSP, Nafarin, saat memberikan penjelasan mengenai investasi di Kalimantan Selatan, Kamis (27/2).

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), menggelar rapat kordinasi investasi dan PTSP, bertempat di aula Dinas PM-PTSP, Kamis (27/2).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan orang, yang terdiri dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Dinas PM-PTSP Se-Kalimantan Selatan, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, instansi Pemerintah Provinsi terkait, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) serta undangan lainnya.

Melalui sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Nafarin, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ide dan gagasan, yang berorientasi pada peningkatan investasi dan sekaligus membenahi kekurangan yang masih terdapat dalam kerangka pelayanan investasi.

Disampaikan Gubernur, telah dinyatakannya Provinsi ini sebagai gerbang ibukota negara pada peringatan hari pers nasional kemarin, merupakan tantangan dan peluang bagi Kalimantan Selatan untuk menempatkan daerah ini sebagai tujuan dari investasi.

“Paling tidak Kalimantan Selatan mempunyai 8 keunggulan yang membuat layak sebagai gerbang ibukota negara,” ujarnya.

Dijelaskan Sahbirin Noor, diantara keunggulan tersebut adalah, Kalimantan Selatan berbatasan langsung dengan ibu kota negara yang baru, kemudian juga berada di wilayah Alki 2, yang memiliki kedalaman laut yang memenuhi standar untuk membangun pelabuhan internasional, selain itu provinsi kita juga sudah memiliki bandara internasional, serta ketersediaan energi dan lahan yang cukup untuk membangun sarana dan prasarana Desa menopang gerbang ibu kota negara.

Namun demikian, lanjut Sahbirin Noor, hal ini tidak akan berarti apapun bagi daerah, apabila kita tidak mampu untuk meyakinkan investor untuk berinvestasi di wilayah ini.

“Kita harus mampu meyakinkan investor, bahwa Provinsi Kalimantan Selatan adalah masa depan investasi di Indonesia,” ungkapnya.

Usai rapat kordinasi investasi dan PTSP, Kepala Dinas PM-PTSP, Nafarin, kembali menegaskan arah investasi di Kalimantan Selatan tahun ini serta di tahun-tahun mendatang, selayaknya sebuah Provinsi yang dinyatakan sebagai gerbang ibukota negara, antara lain pada sektor kelistrikan, terlebih saat ini pengembangan sektor kelistrikan sudah berjalan bahkan sudah ada yang memasuki tahap perizinan.

“Sektor Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), serta Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), akan kita tawarkan, sementara ada dua bendungan yang sudah ditawarkan bahkan¬† sudah proses perizinan,” terangnya.

“Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai mitra investor juga akan kita kembangkan,” tambahnya.

Kemudian menanggapi kembali naiknya target investasi di tahun terakhir rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 yang mencapai 12 triliun rupiah ini, Nafarin berujar, akan bersinergi dengan kabupaten kota untuk mencoba menggali potensi yang sebenarnya ada, namun belum dioptimalkan.

“Pelaksanaan kegiatannya ada, namun belum tercatat dalam sistem pelaporan penanaman modal, sebagai contoh real estate, nilainya besar, namun tidak terlaporkan, perusahaan air minum juga seperti itu, termasuk UKM yang nilai investasinya di atas 500 juta juga banyak yang belum terlaporkan,” ujarnya.

Selain itu menurut Nafarin, hal yang tidak kalah penting dalam peningkatan investasi di Kalimantan Selatan adalah promosi, agar investor yakin bahwa Kalimantan Selatan adalah Provinsi yang layak sebagai investasi.

“Ya kita harapkan akan ada tambahan anggaran untuk promosi ini,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Hariyanto, usai memberikan pandangan dalam kegiatan ini.

Anggota DPRD Kalimantan Selatan, dari Komisi II, Hariyanto, saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Menurutnya, anggaran untuk media promosi di sektor ekonomi terlalu kecil, sehingga apabila anggaran sedikit dengan target besar, maka disebut Hariyanto adalah sesuatu yang tidak adil.

“Dari dulu dewan berharap, agar alokasi anggaran teman-teman di sektor ekonomi harus ditingkatkan, baru kemudian memberikan target yang besar,” ungkapnya.

Namun yang terjadi saat ini menurut Hariyanto adalah, target yang besar, dengan anggaran yang kecil. Ia mengatakan, idealnya anggaran promosi investasi ini satu per mil, baru apabila tidak mencapai target, maka patut untuk diberikan punishment (hukuman).

“Jadi katakanlah target 20 Triliun rupiah, maka idealnya anggaran promosi sekitar 20 Miliar rupiah,” jelasnya.

Selain itu yang tidak kalah penting menurut Hariyanto, adalah pembangunan infrastruktur di kawasan industri khusus, sehingga akan meyakinkan investor saat mereka datang.

“Infrastruktur di kawasan industri harus benar-benar dibangun, ini akan membuat investor yakin bahwa kita benar-benar sudah siap,” terangnya.

Untuk diketahui realisasi investasi pada tahun 2019 di Kalimantan Selatan sebesar 15,94 Triliun rupiah, dari target 10,5 triliun rupiah, dengan pembagian dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 10,35 triliun rupiah, dan dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 5,59 triliun rupiah.

Adapun jumlah total proyek pada tahun 2019 sebanyak 896 proyek, dengan pembagian dari PMDN sebanyak 685 proyek, dan dari PMA sebanyak 184 proyek.

Sedangkan untuk tahun 2020 ini, Kalimantan Selatan kembali menaikkan target investasi menjadi 12 triliun rupiah. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?