16 Oktober 2021

Keluarga Disfungsional Penyumbang  Pelaku Bully Terbanyak

1 min read

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Kota Banjarmasin, Akhmadi.

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin menyebutkan, pelaku tindakan bully terbanyak dilakukan anak dari keluarga disfungsional. Hal ini disampaikan Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan DP3A Kota Banjarmasin Akhmadi, pada saat menjadi narasumber dalam program TKHI, Radio Abdi Persada FM, edisi Selasa (25/2).

Akhmadi menyampaikan, pihaknya menemukan terbanyak pelaku bully berasal dari keluarga Disfungsional.

“Meski tidak semua anak yang berasal dari keluarga Disfungsional menjadi pelaku bully, namun hal tersebut kerap terjadi,” ucapnya.

Menurut Akhmadi, banyak hal yang bisa menjadi pencetus seorang anak menjadi pelaku bully. Mengingat, sebagian besar pelaku bully berasal dari keluarga yang kurang kasih sayang, keterbukaan pada keluarga tidak ada, anak melihat orangtua mereka bersikap agresif terhadap orang orang disekitar mereka.

“Faktor faktor tersebutlah, yang bisa membuat anak melakukan tindakan bully terhadap orang lain,” ujar Akhmadi.

Karena itu, lanjut Akhmadi, pihaknya menghimbau kepada orangtua, agar dapat membimbing anak mereka, agar tidak menjadi pelaku bully ataupun menjadi korban bully.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmadi juga menyampaikan, jika tempat kejadian bully terbanyak adalah di sekolah.

“Karena kejadian bully terbanyak di sekolah, maka DP3A Kota Banjarmasin memiliki program go to school, dengan mengajak siswa, guru, serta orangtua, untuk bersama sama tidak melakukan tindakan bully,” tutur Akhmadi.

Mengingat, lanjut Akhmadi, tindakan bully tidak hanya terjadi antar teman di sekolah, tetapi juga bisa terjadi antara guru dengan siswa. (SRI/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?