19 Oktober 2021

Ini Hasil Reses Hari Ketiga Paman Yani di Pulau Laut Selayar

3 min read

Muhammad Yani Helmi bersama warga Desa Tata Mekar.

KOTABARU – Turun ke lapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, merupakan hal yang wajib di laksanakan oleh seorang anggota legislatif, salah satunya adalah pelaksanaan kegiatan Reses. Sehingga sebagai wakil rakyat, akan dapat mengetahui, menyerap serta melakukan pemetaan langkah yang akan diambil.

Inilah yang juga dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dari partai Golongan Karya (Golkar), Muhammad Yani Helmi atau yang akrab disapa Paman Yani selama tiga hari ini.

Muhammad Yani Helmi bersama SKPD saat mendengar aspirasi warga Desa Tanjung Tengah.

Hingga hari terakhir Jum’at (21/2), Paman Yani terus di dampingi oleh rombongan dari beberapa SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, seperti dinas kelautan dan perikanan, dinas pendidikan, dinas pariwisata, dinas kesehatan, RSUD Ulin Banjarmasin serta instansi lainnya.

Ada tiga desa yang menjadi titik pelaksanaan reses serta bakti sosial berupa kesehatan gratis untuk masyarakat dan sunatan massal untuk anak-anak ini, yakni desa Tata Mekar, desa Tanjung Pelayar, dan desa Tanjung Tengah, yang semuanya masuk dalam Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru.

Pesisir Pantai Tanjung Pelayar.

Berbagai aspirasi masyarakat yang berhasil di jaring di tiga desa ini, antara lain pengembangan sektor perkebunan, sektor perikanan dan kelautan, serta sektor pariwisata.

Khusus untuk sektor perkebunan, Yani Helmi mengatakan, setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Kotabaru ini perlu di inventarisir untuk kemajuan perekonomian masyarakat.

“Nantinya ini akan jadi bahan dalam pembahasan di DPRD, khususnya di komisi II, untuk aksinya nanti dinas terkait,” ujarnya.

Terkait sektor kelautan dan perikanan, Yani Helmi berujar, akan mendorong para nelayan yang ada di sepanjang garis pantai untuk diperkuat. Karena apabila terus dibiarkan, nelayan lokal akan kalah bersaing dengan nelayan dari pulau, karena peralatan pancing yang tidak berimbang.

“Mereka harus diperkuat, diperkuat dengan aturan yang pro terhadap masyarakat, kita tidak melarang nelayan luar pulau mencari ikan disini, tetapi ya jangan semuanya di bawa keluar, akhirnya nelayan tidak mendapat manfaat apapun,” terangnya.

“Nelayan luar punya alat yang modern, sedangkan nelayan disini hanya menggunakan alat tradisional,” tambahnya.

Sedangkan untuk sektor pariwisata, menurut Paman Yani, Kotabaru ini merupakan pulau yang sangat indah, karena memiliki garis pantai yang sangat panjang, dan sangat mempesona.

“Hampir semua wilayah Kotabaru sudah di datangi, kalau saya bilang Kotabaru indah, Paman Birin (Gubernur Kalimantan Selatan) bilang cantik, jadi indah dan cantik, sehingga sektor ini harus di dukung semua pihak,” jelasnya.

Namun disampaikan Yani Helmi, pengembangan segala sektor ini, harus juga didukung dengan pembangunan infrastruktur khususnya jalan, karena menurutnya, selama tiga hari Reses ini, dirinya banyak menemui keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan.

“Jalan usaha tani masih banyak yang belum terbangun, jalan perkebunan, dan tentu saja sektor pariwisata harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, sehingga orang mau datang,” jelasnya.

Salah satu contoh menurut Yani Helmi, adalah jalan menuju desa Tanjung Pelayar, yang mana akses jalan masih belum memadai, sehingga sektor pariwisata menjadi terhambat.

“Ini harus ada sinergitas antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten, karena apabila jalan utama sudah dibangun oleh Pemerintah Provinsi, ya sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten meneruskan untuk membangun jalan menuju desa-desa,” ujarnya.

Senada dengan Yani Helmi, kepala desa Tanjung Pelayar Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Usman Hamsyah mengatakan, akses jalan menuju desanya ini masih belum ada tanda-tanda akan diperbaiki atau di aspal, padahal rencana ini sudah ada sejak tahun 2017 yang lalu.

“2017 sudah di janjikan akan diaspal sepanjang 25 Kilometer, dari desa lontar hingga desa ini, namun hingga saat ini masih belum terealisasi, tentu kami tidak bisa bersaing dengan desa lain, apabila akses jalan kami belum memadai,” ungkapnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?