20 Oktober 2021

Semangat Kerja Petani Bibit Ikan di Kampung Tematik, Dapat Pujian Lurah Mentaos

2 min read

Suasana dialog

BANJARBARU – Kampung tematik, saat ini dikenal dengan kemampuannya dalam membudidayakan ikan, bahkan mengembangkan pemasaran bibit ikan dapat menjadi juara di tingkat Nasional.

Hal itu terungkap, dalam topik  pembahasan, program dialog, ‘Banjarbaru Lebih Baik’ dengan tema Kampung Tematik di Kelurahan Mentaos, edisi Rabu (19/2).

Hadir sebagai narasumber, dalam program yang dipandu Regina Rerafaory sebagai Host, yakni Lurah Mentaos Kota Banjarbaru Ahmad Rifai.

Menurutnya, Kampung Ikan atau disebut Kampung Tematik di Kelurahan Mentaos, sebagian besar warganya menjadi petani ikan, namun keberhasilan itu tidak lepas, dari bantuan Pemerintah Kota Banjarbaru, dalam bentuk saling bersinergi, untuk bersama memajukannya.

“Selain mampu melakukan pembibitan ikan, di Kampung Tematik juga menjadi juara di tingkat Nasional mewakili Provinsi Kalimantan Selatan, dalam lomba menu balita dan kudapan dari ikan,” ucapnya.

Rifai dalam dialog mengatakan, saat ini di kampung tematik, ada beberapa pembibitan ikan dari para petani ikan. Diantaranya ikan lele, ikan patin, dan ikan nila. Selain itu juga disediakan tempat untuk kuliner wisata dalam bentuk lesehan, sehingga bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan dari menu ikan. Letaknya di jalan Komet Raya Ujung, berbatasan Sungai Sipai Kabupaten Banjar, tidak jauh dari pusat Kota Banjarbaru.

“Bagi pengunjung yang ingin belajar cara pembibitan ikan, selama petani ikan tidak ada kesibukan, maka akan diajari. Dan bagi pengunjung yang ingin menikmati makan di lesehan dari menu serba ikan, juga bisa. Harga pastinya terjangkau. Misalnha satu keluarga hanya membayar 100.000 – 150.000 rupiah,” katanya.

Lebih lanjut Lurah Mentaos ini juga menjelaskan, dengan adanya kemampuan juara di tingkat Nasional, maka menjadi semangat yang sangat besar, dari masyarakat sekitar, untuk berupaya memajukan kampung tematik.

“Rencananya nanti di Tahun 2020 ini, akan ada pembibitan ikan hias seperti ikan koi, bahkan selokan-selokan akan dialihfungsikan menjadi tempat bibit ikan tersebut. Ide ini muncul, dan ingin mengadopsi seperti di Korea. Hal ini sudah masuk dalam perencanaan di tingkat Kecamatan,” katanya.

Rifai juga mewacanakan, mengajak CSR untuk bekerjasama dalam memajukan kampung Tematik. Nantinya disediakan tempat bermain anak, seperti perahu di air, serta tempat edukasi bagi anak anak, agar sejak dini mencintai budidaya ikan.

“Kampung Tematik atau kampung ikan, harus mampu lebih maju lagi, melalui kemandirian perekonomian, dari usaha bibit ikan dan bisnis kuliner dari menu serba ikan,” ucapnya.

Diakhir dialog, Rifai meminta, bagi semua masyarakat di kampung Tematik, hendaknya terus melakukan inovasi terbaru, memajukan ekonominya, menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Banjarbaru hingga Provinsi Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?