16 Oktober 2021

Kemendag RI Apresiasi Pengkajian Sistem Pengaruh Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional Pemprov Kalsel

2 min read

Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalimantan Selatan kembali mendapatkan apresiasi dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tentang ‘Pengaruh Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional’ di Kalimantan Selatan dan pertama di Indonesia.

Menurut Kepala Balitbangda Kalsel Muhammad Amin, Ia berserta jajarannya mengaku bangga dan kagum dengan prestasi yang didapatkan pihaknya untuk wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Bahkan, peran serta dukungan dari Dinas terkait pun tidak luput dari perhatiannya.

“Kami sangat bangga karena hanya Kalimantan Selatan yang pertama kali di Indonesia dalam melakukan kajian ini dan ini sangat diapresiasi sekali oleh Kemeterian Perdagangan RI,” tutur Amin, usai memimpin workshop tentang pengelolaan dana Desa se Kalimantan Selatan diruang rapat Pimpinan Balitbangda Kalsel, Selasa (18/2).

Tak hanya itu, lanjut Amin, dari kajian dan penelitian yang dilakukan paling pertama di Indonesia oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga akan diadopsi kembali oleh Kementerian Perdagangan untuk digunakan dalam pengembangan industri pasar sekarang ini.

“Alhamdulillah, Balitbangda Kalsel beserta peneliti minggu lalu sempat berkunjung ke sana dan melakukan diskusi bersama bahkan direspon sangat bagus, kami berharap semoga bisa bermanfaat dan ini salah satu pencapaian baru dari Balitbangda Kalsel,” ungkapnya.

Kendati demikian, Amin mengungkapkan, walaupun sangat diapresiasi dan diadopsi oleh Kementerian Perdagangan untuk bisa diimplementasikan di seluruh Indonesia. Balitbangda Kalsel beserta jajajarannya akan terus melakukan kajian khusus lainnya dengan tujuan bukan hanya menginspirasi dan dicontoh oleh Pemerintah lainnya, akan tetapi, dalam pengembangan serta penelitian yang dijalankan pihaknya sekarang ini memang sudah menjadi tupoksi utama Balitbangda Kalimantan Selatan.

“Walaupun kami bangga dengan pencapaian tersebut, namun Balitbangda Kalsel masih punya program kajian lainnya yang harus diselesaikan. Maka dari itu, pencapaiam dan apresiasi tersebut menjadi semangat kami,” tutur kembali Amin.

Seperti diketahui, beberapa kajian dan penelitian yang sudah dilakukan Balitbangda Kalsel saat ini masih mengacu pada penerapan 8 program di 2020 ini, termasuk workshop yang sudah digelar Balitbangda Kalsel beberapa kali hingga nantinya akan masuk dalam tahap seminar. Dari penelitian dan kajian yang telah dilaksanakan, yakni pengkajian tentang jumlah pengangguran di wilayah Kalsel serta pemanfaatan dana Desa se Kalimantan Selatan bersama Dinas PMD Kalsel. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?