19 Oktober 2021

Biasa Berprilaku Hidup Bersih, Cegah Penyakit DBD dan Hepatitis A

2 min read

Suasana Dialog Persada Banjarbaru Lebih Baik

BANJARBARU – Saat musim hujan ini, terkadang ada saja mendadak cuaca panas. Dan ini masih terjadi di seputaran Kalimantan Selatan, terlebih di Kota Banjarbaru. Oleh karenanya, peran aktif masyarakat untuk membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat, seperti selalu terbiasa mencuci tangan pakai sabun, setiap satu minggu pekan membersihkan lingkungan rumah dan sekitar tempat tinggal bersama warga. Dipastikan sangat efektif untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan Hepatitis A.

Hal itu terungkap, dalam topikĀ  pembahasan, program dialog ‘Banjarbaru Lebih Baik’ dengan tema Kenali Sejak Dini Gejala DBD dan Hepatitis A, edisi Senin (17/2).

Hadir sebagai narasumber, dalam program yang dipandu Erva Yurady sebagai Host, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Rizana Mirza, dan Edi Sampana sebagai fungsional epidemiologi, Siti Khadijah kepala seksi P2PM, dan Mirtha Hasandi kepala puskesmas dan dokter PKM.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Rizana Mirza, pihaknya melalui dialog ini, terus gencar melakukan penyuluhan, mulai dari penyebaran penyakit Hepatitis A atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan penyakit kuning.

“Dalam artian mata kuning, kulit kuning, hingga air senipun sampai berwarna kuning pekat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, melalui dialog ini, masyarakat akan mudah mengetahui gejala penyakit hepatitis A, hingga pengobatannya secara rutin agar cepat sembuh. “Tentunya kalau sudah terbiasa hidup sehat, maka tidak mudah terjangkit penyakit tersebut,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi P2PM Siti Khadijah. Ia mengatakan penyebaran penyakit hepatitis A, biasanya paling banyak dari anak-anak, karena penularan yang cepat, yakni belum sepenuhnya terbiasa cuci tangan pakai sabun, sebelum makan. Bahkan kadang tempat makan dan minumpun, mereka senang bergantian, sebagai wujud rasa empati dengan teman sendiri.

“Para orangtua bisa menyampaikan, ke anak masing-masing membiasakan pola hidup bersih dan sehat, bahkan rutin memberikan makanan sehat dan mengkonsumsi vitamin,” katanya.

Dialog Banjarbaru Lebih Baik ini, juga dibahas pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Nara sumber berikutnya adalah Edi Sampana, sebagai fungsional epidemiologi. Ia menjelaskan, Tahun 2020 ini untuk kasus DBD sudah menurun. Data sementara, ada 3 kasus dan semua dapat tertangani maksimal.

Peran aktif masyarakat sangat besar, dari terbiasa 3 M, yaitu menguras bakal mandi, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air.

“Para orangtua dan guru di sekoklah harus proaktif, dalam pencegahan penyebaran penyakit DBD,” ucapnya.

Lebih lanjut Kepala Puskesmas dan Dokter PKM Mirtha Hasandi mengatakan, para orang tua diminta tidak lengah dengan kondisi anak. Mereka harus mengetahui gejalanya, kalau tiba-tiba anaknya demam mendadak, jangan dibiarkan tanpa diobati, selalu tersedia obat penurun panas, selanjutnya bawa anak yang demam ke puskesmas terdekat, dan nanti akan diperiksa secara intensif, karena biasanya berbahaya, kalau terlambat ditangani, apalagi kalau sudah positif terkena penyakit DBD.

“Selalu bersihkan pot bunga, genangan air di belakang kulkas, dan di dispenser, setiap satu minggu sekali,” katanya.

Dalam dialog semua narasumber ini berharap, tugas membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, tidak hanya menjadi tanggungjawab ayah atau ibu, namun anak pun dibiasakan turut membantu, agar sosialisasi hidup bersih dan sehat semakin diterapkan. Secara otomatis akan berdampak nyata bagi Kota Banjarbaru, dengan target terbebas dari dua penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan hepatitis A. (NHF/RDM/RHD)

2 thoughts on “Biasa Berprilaku Hidup Bersih, Cegah Penyakit DBD dan Hepatitis A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?