20 Oktober 2021

Anak Wajib Miliki Akte Kelahiran

2 min read

BANJARBARU – Semua anak harus mendapatkan haknya. Salah satu kewajiban orang tua, anak harus mempunyai akte kelahiran sebagai Identitas dirinya memiliki orangtua.

Hal itu ditegaskan, dalam topik pembahasan program dialog persada, dengan tema Asal Usul Anak, edisi Rabu (12/2), bersama Hakim Tinggi Pengadilan Agama Banjarmasin Jaliansyah.

Disampaikan Jaliansyah, bagi anak yang tidak mempunyai akte kelahiran, bisa mengajukan ke pengadilan agama untuk memastikan asal usul anak, khususnya bagi yang beragama Islam.

“Setelah ditetapkan pengadilan agama, orangtua membawa data itu ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, untuk mendapatkan akte kelahiran yang sah,” katanya.

Dipandu Erva Yurady sebagai host, Jaliansyah menyampaikan, bagi anak yang memiliki akte kelahiran otomatis akan terlindungi, dan memudahkan terutama saat memasuki sekolah. Apalagi saat ini, untuk masuk ke tingkat taman kanak kanak atau TK saja, wajib melampirkan akte kelahiran anak tersebut.

Dalam dialog itu, salah satu insan persada (sapaan pendengar radio Abdi Persada FM) Fahrulrazi dari Barabai, mempertanyakan, terkait maksud asal usul anak.

“Bagi yang tidak tercatat secara resmi, bahkan ada juga anak hasil dari tidak menikah bahkan akibat pemerkosaan, bagaimana langkah dari Pengadilan Agama Banjarmasin,” tanyanya via telepon.

Menanggapi hal itu Jaliansyah menyampaikan, bagi anak yang diakibatkan lahir dari perkawinan secara sah atau nikah sirri, atau kelahiran anak tidak ada ikatan pernikahan orang tua, serta anak akibat pemerkosaan, maka anak itu harus dilindungi, dalam bentuk nomor 3 tahun 2002 dan nomor 23 tahun 2018, telah ada hak haknya dilindungi negara.

“Anak-anak itu memang secara administrasi tidak terpenuhi, namun difasilitasi yang akan ditetapkan dari Pengadilan Agama, dalam bentuk perkara permohonan, dari orangtua tersebut,” jawabnya.

Lebih lanjut Jaliansyah menyampaikan, sebagai orang tua tetap bertanggung jawab, baik yang menikah siri, ataupun akibat tidak adanya ikatan pernikahan, bahkan dari ibunya yang menjadi korban pemerkosaan, dalam delik perkara permohonan nanti, disampaikan  kronologis lahirnya si anak, untuk memperjelas status asal usul anak tersebut. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?