19 Oktober 2021

Mahasiswa Kalsel Yang Pulang Dari China, Dipastikan Negatif Corona

2 min read

Proses pemeriksaan suhu tubuh di pintu kedatangan bandara

BANJARMASIN – Sejak akhir pekan lalu, rekan jurnalis di Kalimantan Selatan mendapatkan pesan dari grup WA, yang mengabarkan bahwa ada 4 mahasiswa Kalimantan Selatan yang baru pulang dari China. Persoalannya, kondisi tubuh mereka diketahui di atas 38 derajat Celcius, dan dalam pesan itu disampaikan bahwa keempatnya sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing dengan pemantauan dari dinas kesehatan di daerahnya. Sebenarnya informasi tidak sepenuhnya salah, namun tidak menjelaskan secara rinci situasi yang sebenarnya. Sebab berdasarkan prosedur standar kegiatan (SOP) yang dijalankan di Indonesia, maka setiap ada temuan atau dugaan kasus dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, maka akan langsung diantar ke rumah sakit yang ditunjuk pemerintah, untuk menjalani observasi dan karantina. Hal itu mengingat saat ini, virus Corona tengah berjangkit disejumlah negara, dengan China sebagai negara asal virus mematikan ini.

“Saya juga bingung dengan pesan WA ini, tidak sejelas fakta yang saya temukan di lapangan. Pada Sabtu (8/2) lalu, memang ada 4 mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang tiba dari China melalui bandara Soetta (Sukarno-Hatta). Sesuai aturan yang diberlakukan pemerintah China saat ini, setiap orang yang hendak meninggalkan China, harus menjalani pemeriksaan kesehatan ketat, sebelum dapat berangkat atau pulang ke negaranya masing-masing. Dan keempat mahasiswa ini dinyatakan sehat, dan diperbolehkan pulang.  Prosedur yang sama juga mereka jalani saat transit di Thailand dan juga bandara Soetta Jakarta,” urai kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) klas IIA Banjarmasin Ruslan Fajar, kepada wartawan yang sengaja menemuinya disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin pada Senin (10/2) yang hendak mengonfirmasi persoalan ini.

Lebih lanjut Ruslan mengatakan, jikapun memang ada indikasi batuk, flu dan sesak nafas, maka tindakan yang mereka lakukan adalah mengirim mereka ke rumah sakit untuk di karantina. Hal ini untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

“Memang saat mendarat di Syamsudin Noor, kondisi suhu tubuh mereka di atas 38 derajat celsius. Namun setelah kami observasi selama kurang lebih 60 menit, suhu tubuhnya kembali normal ke 37 derajat Celcius. Mungkin karena faktor kelelahan saja, dan akhirnya kami izinkan pulang. Namun tentunya masih dalam pemantauan petugas kesehatan,” jelasnya lagi.

Terkait pemantauan kesehatan para mahasiswa didaerahnya masing-masing tersebut, dibenarkan kepala dinas kesehatan Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, yang juga berada di satu lokasi yang sama dengan kepala KKP klas IIA Banjarmasin.

“Kami pastikan mereka semua dalam kondisi sehat, dan pulang ke daerahnya masing-masing. Namun sesuai SOP yang berlaku, kami .akan tetap melakukan pemantauan kondisi kesehatan mereka hingga 14 hari ke depan. Karena itu saya juga meminta bantuan insan pers, untuk menyebarluaskan informasi yang sesuai fakta, agar masyarakat tidak menjadi khawatir dengan masalah virus Corona ini. Apalagi masih banyak masyarakat yang awam soal virus Corona ini,” tutupnya.

KKP klas IIA Banjarmasin mengaku, sejak merebaknya virus Corona di dunia hingga saat ini, sudah memeriksa sedikitnya 1.000 anak buah kapal (ABK) dari 80 kapal asing, yang masuk melalui 4 pintu masuk ke perairan Kalimantan Selatan. Seluruhnya dinyatakan negatif, dengan suhu tubuh di bawah 38 derajat Celcius. Sementara itu di dunia, virus ini sudah menyebabkan 800 orang lebih meninggal dunia, dengan temuan 32 ribu kasus lebih. Sejumlah negara di Asia juga sudah menetapkan status waspada Corona, diantaranya adalah negara tetangga Singapura. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?