16 Oktober 2021

BPS Kalsel : Sektor PDRB 2019 Triwulan IV Naik 4,08 Persen

2 min read

Kepala BPS Kalsel, Diah Utama (kiri), Kabid Nerwilis BPS Kalsel, Awang Pramila (Kanan) saat menyampaikan rilis Pertumbuhan Ekonomi di Kalsel, Rabu (5/2).

BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan kembali mencatat sepanjang 2019 pada triwulan ke-4 disektor perekonomian Kalimatan Selatan untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp46,37 trililun atas dasar harga berlaku.

Pemprov Kalsel bidang Ekonomi berserta sejumlah wartawan mengikuti kegiatan prees rilis Pertumbuhan Ekonomi Kalsel pada 2019, di ruang rapat BPS Kalsel

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Diah Utama, mengatakan, dalam pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Kalsel yang masuk kategori c to c telah mencapai 4,08 persen, yang mana, secara komulatif selama 2019 naik dengan sangat cepat.

Pemprov Kalsel biro perekonomian mengikuti kegiatan prees rilis Pertumbuhan Ekonomi Kalsel di Triwulan IV/2019 dari BPS Kalsel, Rabu (5/2).

“Salah satu penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi Kalsel di didominasi oleh pedagang eceran yakni reparasi mobil dan sepeda motor,” tutur Kepala BPS Kalsel, Diah Utami.

Kendati demikian, lanjut Diah, untuk triwulan ke-4 dalam versi PDRB, selain Pedagang Besar-eceran yang masih didominasi, ternyata empat sektor lainnya pun mendominasi lajunya pertumbuhan ekonomi di 2019 lalu, sebut saja, Pertambangan, Industri pengolahan, pertanian, kehutana dan perikanan.

“Betul, selain reparasi mobil sepeda motor yang mencapai sebesar 11,05 persen juga diikuti empat kategori tersebut yang mencapai 56,41 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Narwilis Badan Pusat Statistik Kalsel, Awang Pramila, mengungkapkan, kategori Q to Q di 2019 lalu malah menurun drastis menjadi -2,70 persen dibandingkan kategori Y on Y yang mencapai 5,78 persen.

“Yang jelas untuk posisi Y on Y ini meliputi pertumbuhan tertinggi di 2019 lalu yakni dibidang jasa pendidikan dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,19 persen, sedangkan, q to q mengalami penurunan secara drastis karena masuk pada zona kontaksi,” jelasnya.

Tak hanya itu, BPS Kalsel juga merilis beberapa pertumbuhan menurut pengeluaran PDRB 2019. Yang mana, dari versi sumber pertumbuhan secara komulatif dari triwulan III mencapai 5,12 persen pada triwulan IV menjadi 4,08.

“Kenapa menjadi menurun pada triwulan ke IV pada 2019 karena perlambatan ekspor utamanya keluar negeri menjadi salah satu penghambatnya padahal di 2018 lalu percepatan ekspor naik sebesar 3,03. Hal ini lah, yang membuat pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut naik pesat,” ucap Awang.

Bahkan, untuk diketahui, indeks tendensi Konsumen (ITK) di wilayah Provinsi Kalsel melalui hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel juga mengungkap sejumlah kondisi konsumen dalam kebutuhan rumah tangga. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?