19 Oktober 2021

Tingkatkan Kemampuan Kesiapsiagaan Personil Bandara, Angkasa Pura I Gelar PKD

2 min read

Sejumlah Personil melakukan Latihan Penanggulangan Keadaam Darurat (PKD) di Halaman Gedung PKP-PK Bandara International Syamsudin Noor Banjarmasin, Kamis (30/1).

BANJARBARU – Demi meningkatkan kemampuan serta menguji kesiapsiagaan kedaruratan dari seluruh personil bandara, PT Angkasa Pura I (persero) menggelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke 106 di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru, Kamis (30/1).

Sejumlah tamu dari TNI, Polri, Damkar, Basarnas turut hadir dalam kegiatan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD)

Diungkapkan Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Sore, usai kegiatan PKD di Halaman Gedung PKP-PK Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin kepada sejumlah wartawan, pelaksanaan latihan PKD ini merupakan komitmen pihaknya dalam mewujudkan layanan bandara berskala global dalam aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan terbaik khususnya di Bandara Internasional Syamsudin Noor .

Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose saat wawancara bersama sejumlah wartawan

“Meski demikian, tujuan dalam pelaksanaan yang digelar dari pukul 13.30 – 15.00 WITA ini, pihaknya tersebut menginginkan harus terjalinnya singkronisasi antar unit, baik dari Komunikasi, koordinasi bahkan satu komando dalam satu instansi,” jelasnya.

Kendati demikian, pihak Angkasa Pura I tetap mempunyai tujuan penting dalam mengedepankan kemampuan untuk menghadapi bencana agar setidaknya kesiapan dari Standart Operating Procedure (SOP) dan Keamanan Dokumen Program Bandara (ASPD) dapat terlaksana dengan maksimal sesuai standart yang berlaku di Bandara tersebut.

Maka, dalam hal ini, untuk memenuhi standart yang diinginkan oleh pihak Bandara (Angkasa Pura I) dengan status barunya yakni International, harus melalui uji latihan yang terbagi dari tiga rangkaian simulasi.

“Betul, yang pertama yaitu ancaman Keamanan Bandara  (Aviation Security Exercise), penanganan kebakaran (Domestic Fire Exercise) dan terakhir penanganan kecelakaan pesawat udara   (Aircraft Accident Exercise),” tuturnya.

Selain itu, lanjut Wendo, dalam simulasi kegiatan latihan itu pihaknya sudah merancang sedemikian rupa agar terlihat seperti nyata agar personil dari Bandara dapat lebih maksimal dalam mengasah dan menguji kemampuan mereka agar untuk penanganan korbannya pun bisa lebih maksimal dan tidak terkesan settingan.

“Suasana simulasi dalam setiap latihan dirancang sedemikian rupa mendekati kondisi nyata, dimana korban jiwa, korban luka, api, dan semua kondisi darurat yang terjadi ditangani sesuai dengan pedoman yang tertuang di dalam Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Programme (ASP),” ucapnya lagi.

Kemudian, Wendo mengungkapkan, dalam sesi latihan yang dilakukan oleh personil Bandara Internasional Syamsudin Noor, dari simulasi hingga penanganannya pun dibuat sedetail mungkin, sehingga kegiatan PKD ini menjadi tantangan bagi personil dalam melakukan penanganan secara spesipik dilokasi kejadian. Namun, pada saat simulasi berlangsung kegiatan tidak sama sekali menganggu jalannya operasi dan layanan di Bandara terganggu.

“Secara keseluruhan kegiatan latihan PKD ini tidak mengganggu jalannya operasional dan layanan di Bandara Internasional Syamsudin Noor,” jelasnya.

Untuk memenuhi standart dan dalam mewujudkan ‘World Class Airport Company’, selain akan melakukan latihan rutin PKD dilingkup personil bandara, melalui hasil evaluasi secara periodik dari program APEX in Safety di enam bandara dan APEX in Security di lima bandara, maka, sistem keamanan ini secara lengkap dapat segera terealisasi sepenuhnya.

“Dengan melibatkan lembaga Airport Council International dan tim auditor yang berasal dari manajemen bandara-bandara terbaik di dunia maka secara tidak langsung dapat segera tercapai,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?