16 Oktober 2021

Virus Corona, Mahasiswa Asal Kalsel di Nanjing Minta Doa Keselamatan

2 min read

Feby salah satu mahasiswa asal Provinsi Kalsel di China

BANJARMASIN – Saat ini penyebaran Virus Corona di Negeri Tirai Bambu, sudah menyebar luas, hal tersebut tentu mengkhawatirkan mahasiswa asal banua Kalsel, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di negara tersebut.

Seperti yang diceritakan Ayu Febriani salah satu mahasiswa Jiangsu Vocational Institute Of Commerce, kepada sejumlah wartawan, ketika dihubungi melalui video call, Senin (27/1).

Feby menyampaikan, mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang ada di Nanjing, Jiangsu Province, sebanyak 4 orang. Dan, satu orang sudah kembali ke Indonesia, untuk magang kerja, sebelum kejadian Virus Corona merebak.

Sedangkan, lanjut Feby, ia sendiri memilih untuk masuk kelas yang rencananya dimulai pada 16 Februari mendatang.

“Karena saya mau lanjut ke S1 maka memilih untuk tidak pulang ke Indonesia,” ungkap Feby.

Ia pun tidak menyangka, ada kejadian musibah Virus Corona di Wuhan, yang mengemparkan dunia tersebut.

“Pada awalnya tidak khawatir, karena sudah tiga tahun tinggal di Nanjing, namun saat ini mulai khawatir karena penyebaran virusnya cukup cepat. Bahkan, di Nanjing sudah ada 7 orang yang terkena Virus Corona tersebut,” tutur Feby lebih lanjut.

Beruntung saat ini, lanjut Feby, mahasiswa Indonesia termasuk dari banua ini tidak ada yang terkena virus tersebut.

Menurut Feby, saat ini ia dan mahasiswa lainnya diminta Pemerintah setempat untuk tidak keluar asrama selama dua minggu. Karena, dua minggu tersebut diperkiraan sebagai waktu yang rawan terhadap penularan virus corona. Sehingga, para mahasiswa dilarang untuk meninggalkan asrama.

“Menurut pemerintah, setelah dua minggu keadaan akan semakin membaik,” ucap Feby.

Feby mengharapkan, seluruh warga di Kalimantan Selatan dapat memberikan doa kepada mereka, agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan kondisi tubuh yang selalu fit.

Dalam kesempatan tersebut, Feby mengatakan, jika saat ini mereka kekurangan masker, karena toko toko dan supermarket yang ada di Nanjing kebanyakan tutup, libur imlek atau tahun baru China.

“Karena toko banyak yang tutup maka saat ini di Nanjing kekurangan masker,” ujar Feby.

Menurut Feby, selain memerlukan masker mahasiswa Indonesia di China juga memerlukan hand sanitizer, serta vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, lanjut Feby, mereka mengharapkan bantuan tersebut segera diberikan Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Shanghai. Sedangkan, untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pihaknya meminta agar didoakan keselamatan mereka.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina meminta agar mahasiswa asal Kota Banjarmasin di China, untuk tenang dan mengikuti instruksi yang diberikan pemerintah, untuk keselamatan dari Virus Corona.

Ibnu menyampaikan, saat ini Pemerintah Indonesia telah melakukan pendataan terhadap warga negara Indonesia yang berada di China. Termasuk keberadaan mahasiswa asal Indonesia.

Ibnu meminta kepada seluruh mahasiswa asal Kota Banjarmasin, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah.

Dan, tetap menunggu arahan lebih lanjut dari Pemerintah Indonesia. Serta, belajar tetap dilakukan. Meski, Universitas disana tutup.

“Apakah pemerintah akan melakukan evakuasi atau tindakkan apa nantinya, kita lihat nanti. Karena, Pemerintah China sedang melakukan isolasi tidak boleh keluar atau masuk,” ucap Ibnu.

Ibnu mengatakan, pihaknya juga memiliki grup link mengenai penyebaran virus corona tersebut. Dan, meminta komunikasi terus dilakukan terhadap para mahasiswa tersebut, untuk terus menjaga daya tahan tubuh mereka. (SRI/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?