16 Oktober 2021

Awal 2020, Polda Kalsel Berhasil Ungkap Kasus Narkoba Terbesar Dalam Sejarah

2 min read

Gubernur Kalsel (tengah, lima dari kanan) didampingi Kapolda Kalsel (empat dari kanan) dan unsur penegak hukum serta TNI, saat memperlihatkan barang bukti narkoba kepada wartawan pada Senin (20/01)

BANJARMASIN – Genderang perang terhadap peredaran narkoba di bumi Lambung Mangkurat masih terus berlanjut. Tak kenal pagi, siang ataupun malam, seluruh pihak mulai dari pemerintah provinsi Kalimantan Selatan hingga jajaran kepolisian, BNN provinsi, kejaksaan tinggi dan unsur TNI bersama masyarakat, terus menerus berupaya membumihanguskan benda haram ini dari muka bumi Antasari ini. Apalagi diketahui, provinsi tertua di Kalimantan ini, masih menjadi sasaran empuk jaringan narkoba internasional, terutama dari Malaysia. Itu terbukti dari konferensi pers yang digelar di mapolda Kalsel pada Senin (20/1). Bahkan gubernur Kalsel Sahbirin Noor hadir langsung untuk memberikan keterangan pers, soal keberhasilan jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel mengungkap jaringan narkoba internasional Malaysia – Sumatera – Jawa Timur dan Kalimantan ini. Didampingi Kapolda Yazid Fanani, danrem 101/Antasari Banjarmasin Moch Syech Ismed, serta BNN provinsi dan kejaksaan tinggi Kalsel, gubernur yang biasa disapa Paman Birin itupun memberikan keterangannya kepada puluhan wartawan cetak, elektronik dan online.

Barang bukti narkoba jaringan internasional seberat 28,415 kilogram yang diperlihatkan pada Senin (20/01)

“Luar biasa hasil pengungkapan jajaran Polda Kalsel kali ini. Di sini tercatat ada 28,415 kilogram sabu, 505 serbuk ekstasi, dan juga 9.743 butir ekstasi. Saya apresiasi kinerja mereka, yang sudah menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari ancaman narkoba. Dari total barang bukti yang berhasil diamankan, diperkirakan ada 237.119 nyawa yang terselamatkan dari narkoba ini,” papar gubernur usai melakukan sesi foto bersama sambil memperlihatkan barang bukti narkoba kepada wartawan.

Sementara itu, menurut direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel Wisnu Widharto, tangkapan di awal tahun 2020 ini adalah yang terbesar selama ini dalam sejarah.

“Bayangkan, satu tersangka yang berhasil kita amankan bersama barang bukti narkoba ini, sudah menjalankan bisnis ini sejak tahun 2018. Pada tahun 2018, Ia mengaku berhasil memasarkan sebanyak 200 kilogram lebih sabu. Sementara pada tahun 2019, berhasil mengedarkan 300 kilogram lebih. Sehingga jika ditotal, maka dalam dua tahun terakhir, tersangka berinisial H ini, sudah melepas sekitar 600 kilogram ke masyarakat,” ujarnya usai melakukan tanya jawab langsung dengan tersangka di hadapan wartawan.

Untuk diketahui, tersangka H ini sudah dicium sepak terjangnya pada akhir 2018 lalu. Namun dengan licin, Ia selalu berhasil menghindar dari tangkapan. Namun pada Sabtu (18/1) karir narkobanya berakhir di kantor polisi. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?