16 Oktober 2021

Hadapi Bencana Di Musim Hujan, Pemprov Kalsel Gelar Apel Siaga

2 min read

Gubernur Kalsel saat menaiki Jeep untuk inspeksi peserta apel siaga pada Jum'at (17/01)

BANJARBARU – Menaiki Jeep khusus dengan kap terbuka, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor Jum’at pagi (17/1), mengelilingi halaman kantor setdaprov Kalsel. Hal ini dilakukan, untuk memeriksa kesiapan seluruh peserta yang mengikuti apel siaga banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang pagi itu. Mereka terdiri dari unsur TNI/Polri, BASARNAS, Satpol PP, Tagana dan juga relawan serta para ASN perwakilan dari sejumlah SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel. Setelah berkeliling selama kurang lebih 5 menit, gubernur pun kembali ke podium untuk menjalankan tugasnya sebagai pembina apel siaga tersebut.

Usai acara, kepada wartawan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, bahwa unsur sinergitas sangat dikedepankan dalam penanganan bencana. Karena kerja bersama dan saling berkoordinasi ini, akan memudahkan proses evakuasi, hingga pemulihan pasca bencana.

“Sinergitas itu adalah sebuah kebersamaan, sebuah gerakan bahu membahu, yang sejatinya kita tampilkan saat menghadapi bencana. Karena dengan sinergitas, sebuah pekerjaan besar menjadi lebih ringan. Hari ini luar biasa, TNI/Polri dan seluruh unsur yang berkompeten dalam menghadapi, katakanlah saat ini kita di musim hujan, maka bencana yang kita prediksikan muncul adalah banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang. Kita harus bergerak bersama-sama, bergeraknya cepat. Seperti saya bilang tadi saat sambutan, temu cepat lapor cepat. Kita segera bergerak,” ujar gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Sementara itu menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyuddin, apel siaga ini merupakan tindak lanjut dari telah ditetapkannya status siaga darurat banjir di Kalsel, terhitung sejak 3 Januari sampai 31 April 2020 mendatang.

“Selain itu, apel ini juga merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dari sisi personil, peralatan maupun sistem komunikasi, termasuk koordinasi. Apel ini adalah salah satu upaya kita meningkatkan sinergitas dari stakeholder kebencanaan. Karena bencana ini adalah urusan bersama. BPBD punya kewajiban mengkoordinir pelaksanannya di lapangan. Komando tetap di gubernur, tetapi pada saat di lapangan, dilimpahkan dulu ke BPBD. Sehingga penanganan kebencanaan dapat segera dilaksanakan, tanpa harus menunggu perintah langsung dari gubernur,” jelas lelaki yang biasa disapa Ujud itu. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?