16 Oktober 2021

Dharma : Bantu ODGJ Hidup Normal

2 min read

Direktur RSJ Sambang Lihum.

BANJARMASIN – Dulu kita menyebutnya orang gila. Namun sekarang istilah itu berganti dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ.  Dulu kita kira orang gila tidak dapat disembuhkan. Tapi ternyata, ODGJ dapat disembuhkan. Seberat apapun gangguan jiwa yang diidapnya, dipastikan dapat disembuhkan hanya dalam jangka waktu satu bulan. Kuncinya adalah perawatan intensif serta rutin meminum obat. Bahkan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, proses pemulihan ODGJ hanya berlangsung selama 23 hari, dan pasien dinyatakan sembuh serta dapat kembali ke keluarganya. Harapannya, tentu pihak keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal ODGJ dapat menerimanya pasca penyembuhan. Namun disinilah persoalannya. Terkadang ODGJ dapat kembali kambuh, karena adanya pengaruh dari lingkungan yang tidak dapat menerima kehadirannya secara normal. Sehingga mau tidak mau, ODGJ kembali harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.

“Disinilah kita harapkan peran serta keluarga dan lingkungannya, agar mau membantu proses pengembalian ODGJ ke masyarakat. Misalnya dengan memberikan mereka kepercayaan berupa pekerjaan, yang dapat membangkitkan rasa percaya diri mereka. Karena itu juga saya sangat berharap, Pemerintah Kabupaten Kota dapat membantu mensosialisasikan kepada warganya, soal keberadaan ODGJ ini dan peduli terhadap mereka,” ujar direktur RSJ Sambang Lihum, I Bagus Gde Dharma Putra kepada Abdi Persada FM.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kalimantan Selatan Siti Nuriyani, terkait penanganan ODGJ ini. Ia berharap, pemerintan kabupaten kota turut serta memberikan perhatian kepada mereka, dan tidak menyerahkan begitu saja kepada Dinas Sosial Provinsi.

“Pemerintah kabupaten kota harus proaktif memberikan pelayanan kepada ODGJ ini, karena kondisi mereka tidak memungkinkan untuk menyuarakan hak mereka sendiri. Salah satunya terkait hak sebagai warga negara, terutama kepemilikan KTP elektronik. Padahal KTP elektronik ini menjadi salah satu persyaratan wajib, bagi warga negara tidak mampu untuk masuk dalam daftar penerima program bantuan sosial pemerintah,” paparnya kepada Abdi Persada FM, seraya mencontohkan kasus penanganan 3 kakak beradik ODGJ di Kabupaten Banjar, yang berhasil mereka tangani, namun belum dapat masuk program bantuan karena tidak memiliki KTP.

Baru-baru ini, Dinas Sosial Provinsi bertindak proaktif dengan membawa 3 kakak beradik perempuan ODGJ di Gambut kabupaten Banjar, berobat ke RSJ Sambang Lihum. Selain itu, Dinas Sosial pun memberikan bantuan bedah rumah mereka, mengingat kondisinya yang memprihatinkan dan mungkin dapat membahayakan jiwa ketiganya. Bahkan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor, secara pribadi memberikan perabot rumah tangga kepada 3 ODGJ tersebut. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?