16 Oktober 2021

BPBD Kalsel Gerak Cepat Tanggapi Karhutla

2 min read

BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan hingga akhir Juli 2019 ini terus terjadi di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan.

Menanggapi hal tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat dengan menggelar rapat terbatas yang di pimpin langsung oleh kepala BPBD Kalsel, Wahyudin, di ruang rapat BPBD, Jum’at (26/7).

Disampaikan Wahyudin, rapat terbatas ini guna mengintensifkan koordinasi antara satuan tugas (satgas) darat, dengan satgas udara Karhutla.
Selain itu dirinya juga mengevaluasi langkah yang sudah di laksanakan, dan rencana aksi penanganan hotspot yang terjadi di 10 titik.
“Titik api Alhamdulillah dapat diatasi, dengan dukungan satgas darat dan satgas udara melalui heli Water Bombing,” ujarnya.

Ditambahkan Wahyudin, prosedur penanganan karhutla ini masih akan mengadopsi seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu dengan melihat kondisi melalui pantauan pesawat drone (pesawat tanpa awak), dengan tujuan melihat kondisi jalur darat dan ketersediaan sumber air.

“Jalurnya apakah bisa untuk ditempuh dengan kendaraan roda empat, atau cuma bisa roda dua saja. Jika tidak memungkinkan, baru akan di lakukan pemadaman dengan bantuan heli water boombing oleh satgas udara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin,
menyebutkan pihaknya bersama tim satgas akan siap siaga, dan akan melakukan tindakan secapat mungkin apabila hotspot terjadi.
“Sesuai amanah Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, areal yang wajib diamankan adalah kawasan areal perkantoran pemprov Kalsel, tahura, Kiram park, dan yang dekat dengan sekolah atau rumah masyarakat,” terangnya.

Ditambahkan Sahrudin, penanganan kebakaran hutan dan lahan ini sejak 2015 hingga tahun ini 2019 masih sama, yang menjadi prioritas adalah di seputaran bandar udara Syamsudin Noor, yang melingkupi 4 kabupaten kota yang merupakan ring 1, yaitu Kota Banjarbaru, kabupaten Banjar, kabupaten tanah laut dan kabupaten Barito Kuala.

“Tetapi wilayah lain juga tetap jadi prioritas, seperti kabupaten Tapin, Hulu Sungai dan wilayah lainnya” jelasnya. (ASC/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?