19 Oktober 2021

Pria Juga Dapat Sukseskan KB, Begini Caranya

2 min read

BANJAR – Peran penting kaum pria terhadap Program KB dengan Metode Operative Pria dalam menjalankan program Keluarga Berencana di Kalimantan Selatan dinilai penting. Sehingga Program Keluarga Berencana dapat berjalan sesuai yang diharapkan Pemerintah. Hal ini diungkapkan salah satu Motivator Keluarga berencana dengan menggunakan metode operative pria, Anang Rosadi Adenansi yang telah mendapatkan penghargaan pada rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional XXVI tahun ini beberapa waktu yang lalu, saat mengikuti Jambore Kader Bina Keluarga Balita (BKB) & Genre Edu Camp di Kiram Park, Kepada Abdi Persada FM.

Anang yang juga merupakan salah satu anggota Badan pengawas Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selama ini terhadap Program Metode Operative Pria, Ia pun bersyukur atas dukungan Pemerintah terhadap para pria yang mau mengambil peran untuk menjalankan program keluarga berencana, yang tadinya di jalankan oleh perempuan saja. Karena selama ini kebanyakan program keluarga berencana ini selalu ditujukan kepada kaum wanita.

Menurut Anang peran dari kaum pria juga sangat menentukan untuk mewujudkan program Keluarga Berencana di Kalimantan Selatan. Seperti halnya pemakaian Kontrasepsi Vasektomi. Sehingga lanjut Anang,  pihaknya sebagai motivator perlu mendorong untuk mensosialisaikan program KB dengan baik kepada kaum pria agar tidak salah persepsi.

Alat Kontrasepsi Vasektomi, lanjut Anang kebanyakan kaum pria salah mengerti, seperti dari hasil testimoni yang ia lakukan, dimana selalu menanyakan yang kontra produktif. Padahal menurut Anang, Vasektomi bertujuan hanya untuk mencegah pembuahan dan kehamilan karena tertutupnya akses sperma menuju air mani. Walaupun Vasektomi adalah metode kontrasepsi yang bersifat permanen, tapi tidak akan memengaruhi kemampuan laki-laki (kejantanan) dalam ejakulasi dan orgasme, bahkan adanya peningkatan yang lebih baik.

Menurut Anang, pemahaman ini lah yang harus benar-benar dijelaskan pada kaum pria dengan berbagai testimoni orang-orang yang sudah berhasil menggunakan alat Kontarsepsi Vasektomi yang merupakan metode operative pria ini.

Lebih lanjut Anang Rosadi menambahkan untuk lebih mewujudkan Program Metode Operative Pria, maka perlu adanya kebijakan pemerintah terhadap program ini.
“Misalnya adanya intervensi dari pemerintah terhadap tahanan pria yang ingin mendapatkan remisi, salah satu syaratnya harus menggunakan vasektomi,” ucapnya.

Pemerintah juga dapat mengeluarkan kebijakan lainnya tentang Program keluarga berencana bagi pria yang harus diterapkan, baik terhadap pegawai ASN maupun juga masyarakat umum.
“Salah satu pelanggaran HAM terbesar bisa terjadi pada keluarga, ketika suatu keluarga tak mampu mengurus banyak anak. Dan pula salah satu penganggaran terbesar pun terjadi karena banyaknya anak dan ketidak adilan pun bisa terjadi disebabkan ketidak mampuan dalam membiayai anggota keluarga. Lain halnya dengan orang-orang yang mampu,” jelasnya.

Oleh karena itu menurut Anang lagi, Pemerintah harus mengintervensi pihak terkait terhadap penggunaan Program KB dengan metode Operative Pria, Sehingga program keluarga berencana dapat berjalan dan  benar-benar terwujud, tidak hanya terfokus pada kaum wanita saja, namun peran pria pun bisa dipastikan mengikuti program ini. (AF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?