25 Oktober 2021

18.000 e-KTP Di Kabupaten Banjar, Belum Diambil Pemiiknya

2 min read

BANJAR – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada Mei 2019 lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Banjar telah menjalankan program rekam cetak tuntas Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP untuk wilayah kabupaten  Banjar. Dan dikabarkan, sebanyak 18.000 keping KTP el yang sudah dilakukan rekam cetak tuntas pada masyarakat di kabupaten ini, yang belum diambil pemiliknya.

Menanggapi hal ini Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Banjar Yosi Ansyari Nihe, ketika disambangi wartawan di ruang kerjanya Rabu (3/7) pagi  mengungkapkan, 18.000 keping e-KTP yang dicetak secara massal kala itu, hingga sekarang masih belum diterima  Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk.

“Jikapun ada imbauan dari kepala dinas kepada masyarakat untuk mengambil KTP nya, saya bingung apa yang mau diserahkan, karena saat ini kita belum menerima perintah dari kepala dinas untuk pendistribusian e-KTP kepada masyarakat, dan e-KTPnya pun saat ini masih ada sama kepala dinas, tidak ada pada bidang kami,” akunya.

Yosi pun mengaku tidak mengetahui secara pasti, penyebab lambannya proses pendistribusian 18.000 keping e-KTP, dari program rekam cetak tuntas dalam rangka Pemilu 2019 tersebut.

“Kita juga kurang tahu mengapa pendistribusian itu masih belum dilakukan kepada  pemilik KTP bersangkutan, saya tidak berani berkomentar banyak,” akunya.

Lebih lanjut Yosi menjelaskan, program rekam cetak tuntas KTP el yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tersebut pun, disepakati akan dicetak di daerah.

“Mungkin, karena ada kebijakan dari kepala dinas, dan daerah dianggap tidak mampu melakukan cetak e-KTP dalam rangka Pemilu 2019 kemarin, akhirnya proses cetak pun dilakukan di pusat,” katanya.

Menurut Yosi, idealnya yang biasa dilakukan ditempatnya, kalau blanko ada, jaringan lancar, dan masyarakat tidak overload, e-KTP yang sudah dicetak tersebut, dalam satu hari sudah dapat dibagikan.

Ia pun merasa  khawatir, pencetakan e-KTP di pusat tersebut terjadi double cetak, mengingat data Free Ready Record (FRR) tersebut tidak sinkron dengan sistem.

Karena menurutnya, jumlahnya yang sering berubah-ubah, terkadang angkanya bertambah dan kadang berkurang, sehingga datanya menjadi tidak jelas. Padahal, lanjut Yosi, data FRR tersebut menjadi dasar untuk pencetakan e-KTP

“Apalagi e-KTP itu cetak di pusat, kemungkinan pendistribusiannya yang nanti akan susah,” tandasnya.

Terkait mekanisme pendistribusian 18.000 e-KTP nantinya, Yosi pun masih menunggu perintah atau intruksi dari kepala disdukcapil kabupaten Banjar Azwar. (AF/RIW/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?