25 Oktober 2021

Perubahan Status, PD Pasar Bauntung Batuah Banjar Siap Kembangkan Sayap

2 min read

BANJAR – Legislatif dan eksekutif kabupaten Banjar saat ini lagi gencar-gencarnya melakukan pembahasan perubahan status badan hukum tiga Perusahaan milik daerah (Perusda) yang diusulkan perubahan badan hukumnya menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan Perseroan Terbatas (PT) digelaran rapat paripurna pada, Rabu (26/6) lalu.

Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Banjar yang diubah status badan hukumnya yakni, PDAM Intan Banjar dan PD Baramarta menjadi PT, serta salah satunya PD Pasar Bauntung Batuah (PBB)  menjadi Perumda.

Saat ditemui,  Direktur Utama  PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansayah kepada sejumlah wartawan, Rabu (3/7) mengatakan, perubahan status badan hukum Perusda ini merupakan amanah atau kewajiban yang tentunya berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD.

Menurutnya PP 54 Tahun 2017 tersebut ada dua pilihan yakni menjadi Perseroan Terbatas atau Perusahaan Umum Daerah. Jadi lanjut  Rusdiansyah berdasarkan kajian naskah akedemik PD Pasar yang di bantu tenaga akedemisi dari UNLAM maka tetap diarahkan perubahan status badan hukumnya menjadi Perumda.

Dengan diubahnya status badan hukum PD PBB menjadi Perumda jelas Rusdiansyah, berdasarkan PP 54 Tahun 2017 tersebut, pihaknya akan mendapatkan sedikit keleluasaan dalam mengembangkan PD PBB berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) yang ditetapkan nantinya, terutama dari sisi investor atau penanaman modal.

“Para  investor yang dapat menanamkan modalnya tidak hanya dari investor dalam negeri, namun bisa saja investor dari luar pun dapat menanamkan sahamnya. Tentunya  ini akan berdampak pada meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD), meskipun tidak ditentukan besaran PAD yang harus disetorkan terhadap daerah, namun besaran PAD terhadap daerah dapat diatur kembali,” ucapnya.

Dikatakan Rusdi, berdasarkan peraturan pemerintah saat ini, hasil yang diterima daerah sebanyak 55 persen, dan 45 persen untuk perusahaan. dengan perubahan tersebut pihaknya menyakini kedepannya PAD yang diterima Pemda Banjar akan lebih besar. Namun perubahan status badan hukum PD PBB tersebut tidak menuntut PD PBB untuk mengubah visi dan misi pihaknya.

“Dan hingga saat ini Pemda Banjar telah memberikan investasinya baik berupa aset bangunan, lahan yang sudah disertakan dalam pernyataan modal sebagai aset PD PBB, dan berupa aset lunak pada awalnya yang diterima sebesar 5 milliar, dan sejak tahun 2010 yang lalu kontribusi kepada pemerintah daerah pun juga melebihi 5 milyar,” jelasnya.

Meski, jelas Rusdi lebih jauh,  pada 2014, 2015, dan 2016 lalu PD PBB tidak dapat berkontribusi kepada Pemda Banjar karena berdasarkan hasil audit perusda mengalami kerugian. Namun Ia pun bersyukur pada masa transisi kepimpinan perusahaan di tahun 2017- 2019 PD PBB dapat kembali berkontribusi kepada Pemda Banjar untuk menyetorkan PAD hingga 5 miliar lebih,” pungkasnya. (AF/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?