17 Mei 2021

Pemprov Kalsel Diharapkan Tambah BOSDA Untuk SMA/SMK

1 min read

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, M. Lutfi Saifuddin.

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalsel diharapkan dapat menambah anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk SMA/SMK yang masih kekurangan anggaran. Harapan itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin.

Ia menjelaskan pada Tahun 2018 lalu, alokasi anggaran BOSDA untuk SMA sebesar Rp550 ribu persiswa pertahun dan SMK sebesar Rp1 juta 50 ribu persiswa pertahun. Sementara anggaran BOS dari APBN sebesar Rp1,400 juta persiswa pertahun.

“Sesuai dengan standar pelayanan minimum pendidikan, idealnya biaya operasional untuk SMA sebesar Rp3 juta persiswa pertahun dan SMK sebesar Rp3,5 juta persiswa pertahun,” katanya.

Oleh karena itu, Dewan merekomendasikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalsel Tahun 2018 agar Pemprov menganggarkan dana BOSDA sebesar Rp1 juta persiswa pertahun untuk SMA dan Rp1,5 juta persiswa pertahun untuk SMK.

Selain itu, Dewan juga menyoroti minimnya penghasilan tujuh ribu guru honorer SMA/SMK di Banua. Sejak 1 Januari 2017 lalu, honor Guru/GTK Non PNS sebesar Rp1 juta perbulan. Sementara UMP Kalsel Tahun 2019 sudah mencapai Rp2,6 juta perbulan.

“Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan,” pungkasnya. (NRH/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.