18 Juni 2021

Harga Stabil, Kalsel Tetap Gelar OP Beras 2019

2 min read

Gubernur Kalsel (tengah berpeci hitam) berfoto bersama usai melepas beras medium KPSH Kalsel tahun 2019 pada Kamis (3/01).

BANJARBARU – Memasuki tahun 2019, harga sejumlah komoditas bahan pokok mulai merangkak naik di beberapa daerah di Indonesia. Terutama harga beras, karena musim panen yang belum terjadi di wilayah lumbung pangan.

Untuk mengatasi persoalan ini, presiden Joko Widodo menginstruksikan Badan Urusan Logistik (BULOG) menggelar operasi pasar (OP) beras di seluruh Indonesia. Salah satunya di wilayah Kalimantan Selatan, melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Pelepasan beras medium untuk OP program KPSH di Kalsel, dilakukan secara resmi oleh Gubernur Sahbirin Noor pada Kamis (3/1) pagi di kawasan gudang Bulog Divre Kalsel jalan Ahmad Yani kilometer 23 Landasan Ulin Banjarbaru.

Kepada wartawan, usai melepas beras medium program KPSH, Gubernur Sahbirin Noor mengatakan, beras masih menjadi bahan pangan pokok yang diperlukan masyarakat. Sehingga jika terjadi sesuatu pada pasokannya, maka akan sangat mempengaruhi kondisi harga, yang tentunya akan menyulitkan masyarakat.

“Saya berharap beras medium yang dikirim hari ini, dapat tiba dengan selamat di tempat tujuan. Sehingga masyarakat dapat menikmati beras medium dengan harga yang lebih murah,” harap gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Meski begitu Paman Birin optimis, pasokan beras untuk wilayah Kalsel aman hingga akhir tahun nanti. Hal itu sesuai data stok yang dimiliki Bulog Divre saat ini.

“Selain itu, Kalsel juga dipercaya menjalankan program optimasi lahan pertanian rawa. Dimana nantinya Kalsel akan menjadi daerah lumbung pangan di luar pulau Jawa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Divre Kalsel Awaludin Iqbal menjelaskan, untuk tahap pertama program KPSH di Kalimantan Selatan ini, ada 90 ton beras yang dikirim ke sejumlah kabupaten kota. Yakni kota Banjarmasin dan Banjarbaru, serta kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Sedangkan untuk kawasan Banua Enam ditangani subdivre Barabai. Dimana pelepasannya juga dilaksanakan ada waktu yang sama,” jelas pria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kabulog Divre Kalsel tersebut.

Awaludin menambahkan, secara umum harga beras di Kalsel masih tergolong stabil, bahkan dapat dikatakan tidak mengalami pergerakan. Namun pihaknya tetap menggelar OP beras ini di pasar tradisional, untuk memastikan pasokan beras tersedia untuk masyarakat. Dimana harga yang ditawarkan adalah 8.600 rupiah per kilogram. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.